Dihadang saat demonstrasi, mahasiswa Papua : Rizieq kemarin datang bebas-bebas saja

Ilustrasi demonstrasi di Kota Jayapura pada Kamis (29/8/2019) - Jubi/Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Massa Aliansi Mahasiswa Papua memprotes tindakan aparat kepolisian yang mengadang mereka saat hendak demo di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/11/2020) siang tadi. Sikap kepolisian yang dinilai tidak adil.

“Habib Rizieq kemarin datang bebas-bebas saja. Masyarakat bebas-bebas saja menjemput, penuh se-Jakarta ini,” kata orator demonstran Aliansi Mahasiswa Papua, John Tinmeva saat demonstrasi di kawasan Patung Arjunawiwaha, Jakarta, Senin (16/11/2020).

Baca juga : Sindir Rizieq Shihab, manajemen Persipura sangkal cuitan di Twitter

Rizieq Shihab kembali ke rumah, ini seharusnya dilakukan

Kerumunan sambut Rizieq Shihab, ini imbauan Satgas Covid-19

Tercatat polisi menghadang aksi mereka di Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di kawasan Patung Arjunawiwaha, saat massa hendak longmarch ke Istana Negara, Jakarta. Tak jelas alasan aparat kepolisian mengadang mereka.

Loading...
;

Hal itu yang menjadi alasan John menyinggung kepulangan Rizieq disambut ribuan orang tanpa menghiraukan protokol kesehatan. Saat itu kepolisian tidak membubarkan kerumunan massa.

Menurut John. di lokasi berbeda, Polda Papua mengeluarkan maklumat yang melarang mahasiswa berunjuk rasa menolak otonomi khusus atau otsus. Anggota Majelis Rakyat Papua juga dilarang mengadakan dengar pendapat dengan mahasiswa. Polda Papua menyebut tindakan itu menjurus ke rencana makar.

“Rakyat Papua mengadakan kegiatan dengar pendapat rakyat yang dilakukan MRP, ditutup. Apa ini negara adil? Negara hukum?” kata John menjelaskan. .

Demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua mengajukan tiga tuntutan, yakni menolak operasi Blok Wabu bekas PT Freeport Indonesia, menolak perpanjangan otonomi khusus Papua yang berakhir 2021, dan menolak UU Cipta Kerja.

Mereka menilai pengadangan sebagai bentuk represi terhadap demokrasi. Polisi melarang mahasiswa Papua berdemonstrasi di Istana meski telah menyampaikan pemberitahuan dari pekan lalu. Polisi memasang kawat berduri dan menutup akses menuju Istana.

“Ini bukti pembungkaman terhadap demokrasi. Ini juga terjadi di Tanah Papua,” kata orator lainnya, Roland Levy di depan barikade kawat berduri. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top