Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Dinas ESDM Papua diminta menjelaskan perizinan kapal pengeruk emas di Nabire 

Kapal pengeruk material penambangan emas milik PT Jichuan di Kilometer 102, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua – Jubi/ Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua harus memberikan penjelasan kepada publik dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua atau DPRP terkait masalah pembuatan kapal pengeruk material penambangan emas di kilometer 102, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua oleh PT Jichuan. Hal itu dinyatakan anggota DPRP, John NR Gobai pada Senin (1/7/2019).

Gobai mengatakan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua mesti menjelaskan apakah PT Jichuan telah memiliki izin untuk membuat kapal pengeruk material itu. Dinas ESDM Papua diminta mengumumkan isi Rencana Kerja dan Anggara Biaya (RKAB) perusahaan yang telah diajukan ke dinas terkait.

“Ini kan data teknis untuk dinas. Apakah ada izin pembuatan dan penggunaan kapal itu? [Jika ada izin], izinnya ini dari Dinas ESDM atau Dinas Perhubungan? Apakah PT Jichuan dan PT Han Jun terdaftar dalam data base Dinas ESDM Papua atau tidak? Itu harus dijelaskan Dinas ESDM,” kata John Gobai.

Gobai meminta Dinas ESDM Papua turun ke lokasi dan melihat langsung kapal tersebut, karena Kepolisian Resor (Polres) Nabire telah turun ke tempat pembuatan kapal dan memerika dokumen terkait pembuatan kapal itu. Namun, sebelum Dinas ESDM turun ke lapangan, Gobai meminta Dinas ESDM Papua memastikan data terkait PT Jichuan.

“Bisa dibayangkan, seberapa besar material yang akan dia keruk dari dalam sungai nantinya. Izin di wilayah itu diberikan oleh siapa? Apakah [diterbitkan oleh pemerintah] Kabupaten Nabire atau [diterbitkan Pemerintah] Provinsi [Papua]? Kalau izin [itu diterbitkan] oleh [Pemerintah] Provinsi [Papua], apa kontribusi perusahaan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan masyarakat?” tanya Gobai.

Gobai menegaskan, jika pembuatan kapal pengeruk pengeruk material itu dilakukan tanpa izin, Dinas ESDM Papua harus meminta dukungan polisi untuk mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan.

Loading...
;

Kepala Polres Nabire, AKBP Sonny Nugroho mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan pembuatan kapal di lokasi tambang emas Kilometer 102, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua. Sonny menegaskan pihaknya telah melarang PT Jichuan untuk mengoperasikan kapal pengeruk material itu sebelum mereka mengantongi izin dari Dinas ESDM Papua.

Perusahaan pemilik kapal meyakinkan Polres Nabire bahwa mereka tidak akan mengoperasikan kapal itu sebelum mengantongi seluruh izin yang dibutuhkan. “Kami sudah melaksanakan tugas kami, kami sudah memeriksa dokumen. Ada instansi lain yang lebih berwenang, yakni Dinas ESDM yang mengemban fungsi pembinaan, pengawasan, evaluasi dan penindakan hukum kalau ditemukan pelanggaran,” kata AKBP Sonny Nugroho.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top