Follow our news chanel

Dinas Kelautan dan Perikanan Ingatkan Nelayan Pentingnya KN

Kartu Nelayan - IST
Kartu Nelayan – IST

Jayapura, Jubi – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua mengingatkan nelayan di Bumi Cenderawasih akan pentingnya memiliki Kartu Nelayan (KN).

Kepala Seksi Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Provinsi Papua, Agustinus Agung mengatakan, banyak hal positif jika nelayan punya KN. Misalnya tahun ini akan ada program asuransi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Untuk Papua ada kurang lebih 11 ribu jatah asuransi yang diperuntukkan kepada nelayan pemilik Kartu Nelayan,” kata Agustinus kepada Jubi via teleponnya, Sabtu (5/3/2016).

Hal positif lainnya, dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di pelabuhan terdekat, diprioritaskan nelayan pemilik Kartu Nelayan.

“Selain itu kalau ada paket-paket bantuan dari pemerintah pusat, mereka (nelayan pemilik Kertu Nelayan) diprioritaskan. Jadi tepat sasaran. Tak sembarang orang diberikan,” ucapnya.

Data 2015, di Papua dari 20 ribu nelayan baru enam ribu yang memiliki KN. Belum adanya kesadaran nelayan akan manfaat KN diduga penyebab banyaknya nelayan yang memiliki KN. Akibatnya mereka tak ada kemauan mengurus KN.

“Pertama memang masyarakat belum sadar pentingnya kartu nelayan. Kendala lainnya mungkin karena banyak kabupaten di wilayah pesisir dan pelosok-pelosok sehingga informasi ke nelayan minim. Padahal pencetakan kartu nelayan gratis. Mungkin itu kendalanya. Padahal gratis,” katanya.

Loading...
;

Pihaknya lanjut dia, siap melayani semua nelayan dari kabupaten. Tetapi karena provinsi tak punya wilayah. Wilayah ada di kabupaten/kota. Ia berharap, kabupaten/kota menginput data nelayan. Jika sudah ada Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua akan mencetak Kartu Nelayan.

Sebelumnya, Kamis (2/3/2016), Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja mengatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 250 miliar untuk premi asuransi jiwa kepada nelayan kecil dengan kapasitas tangkap dibawah 10 gross ton.

“Pembayaran premi untuk 1 juta nelayan itu dilakukan untuk mempersiapkan diri apabila UU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petani Garam disahkan dalam sidang paripurna DPR RI tahun ini,” kata Sjarief kala itu.

Katanya, pembayaran premi memprioritaskan para nelayan yang memiliki kartu nelayan dan merupakan binaan Dinas Kelautan dan Perikanan serta aktif mencari ikan. Bukan makelar. Ini agar dana yang disalurkan tepat sasaran.

“Kalau nelayan meninggal karena kecelakaan di laut akan ada angka yang diberikan kepada ahli warisnya. Sedangkan nelayan yang kecelakaan dan cacat, ada perlindungan,” ucapnya. (Arjuna Pademme)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top