HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Dinas Kesehatan Nabire dampingi proses akreditasi PKM Yaro

puskesmas yaro, nabire, papua
Suasana pendampingan akreditasi Puskesmas Yaro, Distrik Yaro, Nabire , Papua – Jubi/ Titus Ruban.

Papua No.1 News Portal

Nabire, Jubi – Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) mendampingi proses akreditasi terhadap di Puskesmas (PKM) kampung Yaro, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire.

Kepala bidang (Kabid) Yankes, Ary Rumainum kepada Jubi di Nabire, Kamis (01/07/2020) mengatakan, terdapat tiga poin utama dalam akreditasi yaitu administrasi, UKP (Unit Kesehatan Perseorangan) dan UKM (Unit Kesehatan Masyarakat).

“Pendampingan ini dititik beratkan pada tiga poin utama untuk menuju akreditasi,” ujar Rumainum.

Dijelaskan Rumainum, administrasi berhubungan dengan surat menurat, SOPnya, tata naskahnya serta manajemen. Sementara untuk UKPnya adalah bagaimana dengan tata cara pasien atau orang datang berkunjung ke puskesmas untuk dilayani petugas dan keselamatan pasien. Ini lebih menitik beratkan kepada pelayanan perorangan atau pasien.

“Sementara untuk UKMnya adalah bagaimana peran serta masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. seperti posyandu, kelompok dasawisma, tanaman obat masyarakat,”jelas Rumainum.

Dinilai dari segi SDM, menurutnya di puskesmas tersebut masih kekurangan tenaga medis. “Ini berdasarkan kualifikasi jurusan pendidikan masih sangat
kurang bahkan ada beberapa tenaga yang belum ada, seperti kesehatan lingkungan,” .

Kemudian sarana prasarana yaitu, masing-masing program harus memiliki ruangan tersendiri. Namun bila ditunggu sampai ada bangunan tidak mungkin juga, karena butuh biaya yang sangat banyak.

Loading...
;

“Jadi kita dorong dulu untuk akreditasi. Kemudian hal lain akan dibenahi pelan -pelan,” ujar Rumainum.

Kepala Puskesmas (Kapus) Yaro, Rosmawati Samosir mengatakan untuk menuju akreditasi sesuai pendampingan dari Dinas, maka pihaknya perlu melengkapi tiga faktor utama yakni administrasi, UKP dan UKM.

Saat ini terdapat dua program yang menempati satu ruangan. Pihaknya juga belum memiliki ruangan untuk dokter dan tata usaha.

“Jujur untuk akreditasi kami masih berat. Kami akan berupaya untuk melengkapi kekurangan yang ada,” Samosir.

Samosir melanjutkan, Puskesmas yang dipimpinnya saat ini baru memiliki delapan ruangan. Jika untuk memenuhi akreditasi, maka pihaknya masih membutuhkan beberapa ruangan lagi yakni ruangan promosi kesehatan (Promkes), ruangan gizi, ruangan kepala puskesmas, ruangan admin.

Selain itu, jumlah tenaga kesehatan sebanyak 27, namun hanya 25 yang aktif. Sementara dua lainnya kurang jelas alias malas masuk Puskesmas. Sementara status jumlah keseluruhan dari ke-27, adatiga honorer Pemda (yakni PTT). Sedangkan honorer magang ada empat termasuk satu dokter, dan sisanya PNS.

“Banyak ruangan yang tidak ada, jadi itu kendalanya,” lanjutnya.

Masih menurut Samosir, peran serta masyarakat juga sangat minim bahkan tidak ada sama sekali seperti kepala kampung. Bahkan hingga saat ini dirinya belum bertemu kepala kampung, walaupun sudah bertugas hampir setahun.

Dia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk dapat mengalokasikan dana untuk memenuhi kebutuhan akreditasi, terutama dalam menunjang sarana dan prasarana, setidaknya tambahan pembangunan
ruangan.

“Dan juga peran serta masyarakat dan aparat kampung dalam menunjang pelayanan kesehatan di Puskesmas ini sesuai dengan Tupoksinya,” harapnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top