HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Dinas Pendidikan ingin tempatkan lulusan FKIP Uncen menjadi guru di kampung

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Papua, Christian Sohilait dan jajarannya menemui Rektor Uncen, Dr Ir Apolo Safanpo ST MT di Jayapura, Rabu (12/2/2020). - Jubi/Hengky Yeimo
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Papua, Christian Sohilait dan jajarannya menemui Rektor Uncen, Dr Ir Apolo Safanpo ST MT di Jayapura, Rabu (12/2/2020). – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Papua meminta Universitas Cenderawasih atau Uncen menjajaki kemungkinan penempatan para lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau FKIP Uncen menjadi guru yang mengajar di kampung-kampung. Uncen dinilai memiliki kapasitas dan kompetensi untuk ikut mengatasi masalah pendidikan di Papua.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Papua, Christian Sohilait usai menemui Rektor Uncen, Dr Ir Apolo Safanpo ST MT di Jayapura, Rabu (12/2/2020). Sohilait menyatakan pihaknya ingin bersama-sama Uncen memetakan persoalan pendidikan di Papua, sehingga dapat membuat regulasi khusus di bidang pendidikan.

Menurutnya, kurangnya tenaga guru menjadi salah satu persoalan pendidikan di Papua. “Kami meminta Uncen untuk melihat persoalan itu. Sebab, FKIP [Uncen] meluluskan banyak [sarjana keguruan dan ilmu pendidikan], tetapi Papua [selalu mengalami] persoalan guru kontrak. Kenapa kita tidak memanfaatkan [lulusan] FKIP [Uncen] untuk mengajar langsung ke kampung-kampung,” ujar Sohilait.

Sohilait menyatakan selama ini para penentu kebijakan di Papua yang berhadapan dengan masalah cenderung mengunjungi perguruan tinggi di luar Papua, dan meminta solusi dari mereka. “Kenapa kita tidak memberikan kesempatan kepada Uncen? Mereka yang menyaksikan langsung potret pendidikan di Tanah Papua,” kata Sohilait.

Dalam pertemuannya dengan Rektor Uncen itu, Sohilait juga mendiskusikan sejumlah persoalan pendidikan di Papua. “Kurang lebih ada enam hal berat. [Keenam hal itu adalah] peraturan daerah khusus dan peraturan gubernur tentang pendidikan, peningkatan kapasitas guru lulusan SPG dan D3 melalui pendidikan S1, buta huruf di Papua, kekurangan guru SMA/SMK, dan [meluasnya kasus ketergantungan lem] aibon [di kalangan] anak [usia sekolah],” ujar Sohilait.

Rektor Uncen, Dr Ir Apolo Safanpo ST MT menyatakan Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Papua maupun Uncen merupakan dua lembaga yang memiliki wewenang dan tanggungjawab dalam mengembangkan pendidikan di Papua. “Saat ini terjadi perubahan kepemimpinan di Dinas Pendidikan [Perpustakaan, dan Arsip Papua. Pejabat yang baru] mau mengawali masa baktinya dengan mendengarkan [masukan] dari berbagai pihak,” katanya.

Loading...
;

Safanpo membenarkan pertemuannya dengan Sohilait membahas sejumlah persoalan pendidikan di Papua. “Saya harap [pembahasan itu] tidak berakhir di sini. Setelah melihat [berbagai] persoalan [pendidikan di Papua] itu, Dinas Pendidikan dan Uncen akan tindaklanjuti bersama [untuk] mengatasi kendala membangun sumber daya manusia di Papua. Yang tidak dimiliki Dinas [Pendidikan], kami lengkapi. Yang tidak dimiliki Uncen, Dinas [Pendidikan] lengkapi. Intinya bagaimana menggunakan sumberdaya bersama untuk mengatasi kendala,” kata Safanpo.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa