Follow our news chanel

Dinas Pendidikan Nabire akui kekurangan guru

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Viktor Tebai, mengakui masih banyak kekurangan guru di daerah ini. Bahkan pemenuhan kebutuhan guru belum memenuhi standar nasional sesuai peraturan pemerintah nomor 14 tahun 2005.

“Terutama standar pendidik dan tenaga pendidikan di dalam delapan standar nasional,” ujarnya, saat ditemuni Jubi d iruang kerjanya, Jumat (19/10/2018).

Setiap turun ke lapangan atau ke sekolah-sekolah, kata Viktor, ada sekolah yang hanya mempunyai satu guru yakni kepala sekolahnya. Sementara di sekolah lain terdapat kebanyakan guru honorer yang dibayar oleh kepala sekolah.

“Lalu di lain sekolah lagi hanya ada guru kontrak yang ditempatkan Pemkab Nabire pada tahun 2017 silam, sebanyak 100 orang yang tersebar di beberapa sekolah di wilayah pinggiran,” katanya.

Viktor Tebai membenarkan jika sekolah-sekolah di dalam kota kebanyakan gurunya lengkap sebab setiap kelas ada guru. Namun di pinggiran, pesisir, dan pedalaman Nabire, jika dilihat dari kualitas dan kuantitas, kebutuhan guru belum terpenuhi.

“Artinya jumlahnya terbatas, ada kepsek merangkap mengajar dan menangani murud dari kelas satu sampai enam,” katanya. 

Loading...
;

Dari sisi kuantitas, imbuhnya, jumlah tenaga guru PNS belum memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan. Sementara dari sisi kualitas, banyak yang belum memenuhi kriteria dan sertifikasi guru, karena kebanyakan guru masih mengajar mengunakan ijazah SPG (Sekolah Pendidikan Guru).

“Ada juga satu dua yang bukan dari jurusan guru tetapi bidang lain. Ini masih kita akomodir mengingat keterbatasan tenaga guru dan terpaksa menjadi guru,” katanya.

“Dalam pengangkatan sebenarnya bukan guru tapi diangkat dan ditempatkan sebagai guru, ini masih menjadi masalah,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini hanya sekolah swasta yang kebutuhan guru terpenuhi. Para guru tersebut diangkat oleh yayasan.

“Misalnya Yapis, YPPK, YPK, dan Pesat. Namun ada juga yang masih kurang seperti YPPGI dan yayasan yang dibuka oleh masyarakat,” terangnya.

Upaya yang dilakukan dinas, menurut Tebai, salah satunya pada tahun 2017, ada pengiriman 100 guru kontrak ke daerah pinggiran dan terpencil.

“Kami coba kirim 100 guru, tahun lalu. Tahun ini juga ada dari KPG 55 guru yang diwisudakan. Ini akan kami berdayakan namun kami harap mereka bisa diangkat menjadi tenaga pendidik untuk penuhi kebutuhan,” harapnya.

Terpisah, Kepala SDN Yang Arif Waroki, Martinus Hora, mengatakan sekolahnya masih sangat minim guru. Hanya dirinya yang merupakan PNS dan enam lainnya tenaga honorer yang upahnya dibayar oleh pihak sekolah.

“Enam guru mereka honor dan gaji mereka sekolah yang tanggung sebesar Rp 500 ribu per bulan. Saya harap pimpinan daerah agar bisa menambahkan guru PNS,” harapnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top