Follow our news chanel

Previous
Next

Dinas Pendidikan Nabire serukan pentingnya penerapan 3M dalam KBM

papua, nabire, 3 M, KBM
Kepala Dinas Kesehatan Nabire, Yuianus Pasang di ruang kerjanya – Jubi/Titus Ruban.

 

Papua No.1 News Portal

Nabire, JubiDinas Pendidikan Kabupaten Nabire menyerukan pentingnya penerapan 3 M (Menggunakan masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan) dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah khususnya tingkat SMP dan SMA/SMK.

“Dalam KBM butuh kehati-hatian dengan memperhatikan dan melaksanaan protokol kesehatan dengan ketat, terutama 3 M,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang kepada Jubi di ruang kerjanya, Jumat, (18/9/2020).

Menurutnya, dengan meningkatnya kasus Covid-10 di Nabire, sangat berdampak terhadap dunia pendidikan. Pihaknya, terus berkoordinasi dengan tim covid-19 Kabupaten untuk mendapatkan saran dan masukan dalam pelaksanaan KBM.

Tim kesehatan Covid-19 telah menyarankan agar sekolah tetap berjalan, dengan catatan bila terdapat orang tua yang terinfeksi maka dinas segera mengambil tindakan, untuk meliburkan satu kelas,anak didik yang orang tuanya terpapar agar segera melaporkan untuk di Rapid.

Kedua ; andai terdapat siswa yang terpapar maka diinstruksikan untuk satu sekolah bersangkutan harus diliburkan. Kemudian ditindaklanjuti oleh tim medis untuk melakukan pemeriksaan seluruh siswa dan guru.

“Ini yang kita sudah bahas sehingga keputusannya sekolah tetap berjalan tetapi harus waspada,” tutur Pasang.

Loading...
;

Kata dia, mengingat KBM tetap berjalan dengan menggunakan dua metode yakni daring dan tatap muka sesuai protokol penanganan Covid.

Maka Pasang, meminta pengawas, kepala sekolah, guru bahkan orang tua murid untuk memberikan tenaga, pikiran dan waktu sebagai pelayaan dalam mendidik anak-anak didik.

Pasang mengaku, dalam sehari ia di rumah hanya antara empat sampai enam jam perhari. Hal ini lantaran saban hari harus berkeliling untuk mengontrol situasi di sekolah-sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Tujuannya, jangan sampai terdapat siswa-siswi yang berkeliaran di luar sekolah, berkerumun atau kumpul di terminal. Mereka harus diarahkan untuk kembali ke rumah saat pulang sekolah.

“Ini saya sengaja lakukan. Kita ini pelayan. Dinas pendidikan pelayan, pengawas dan guru-guru pelayan, termasuk orang tua adalah pelayan untuk anaknya. Kalau kita tidak lakukan lalu siapa yang mau lakukan,” terangnya.

Lanjutnya, KBM untuk TK dan SD masih menggunakan hasil rapat sebelumnya. Sementara untuk SMP dan SMA/SMK masih tetap berjalan dengan menggunakan dua sistem yaitu, daring dan tatap muka yang sudah
di atur sesuai protokol penanganan Covid-19.

Sesuai rapat dengan kepala sekolah bahwa sudah disepakati bahwa kita buat panduan sebaik mungkin. Panduan itu mulai dari jam pelajaran sampai proses pembelajarannya. Kita rencanakan juga sehingga dalam panduan itu sangat jelas bahwa pelaksanaan KBM itu ada sekolah. Ada yang melaksanakannya 30 oersen, ada yang 50 persen.

“Ini akan berjalan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Artinya, bisa saja cepat dan bisa juga lama, sesuai perkembangan Covid-19,” lanjut Pasang.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMK N 2 Nabire, Yanuarius Wakei menambahkan pihaknya melaksanakan proses KMB tatap muka sesuai protokol kesehatan dan belajar daring.

Namun melihat perkembangan covid yang terus meningkat, maka mulai minggu depan, sekolah mengambil keputusan untuk melakukan proses belajar tatap muka seminggu sekali untuk satu jurusan.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top