Follow our news chanel

Dinas Pendidikan Papua minta semua pihak berfikir jernih dan menahan diri

Para siswa SMP dan SMA Santo Thomas Antonius Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, berunjukrasa pada Senin (9/3/2020). - Jubi/Yance Wenda
Dinas Pendidikan Papua minta semua pihak berfikir jernih dan menahan diri 1 i Papua
Para siswa SMP dan SMA Santo Antonius Padua, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, berunjukrasa pada Senin (9/3/2020), memprotes ujaran rasisme yang dilontarkan guru sekolah itu. – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait mengimbau masyarakat untuk jernih melihat kasus dugaan ujaran rasisme yang dilakuan guru kepada murid SMP dan SMA Santo Antonius Padua Sentani. Sohilait berharap kasus itu tidak diperkeruh dengan komentar yang bisa memicu konflik baru.

Imbauan itu disampaikan Sohilait menanggapi unjukrasa para siswa SMP dan SMA Santo Antonius Padua di sekolah mereka pada Senin (9/3/2020). “Memang tadi ada pemalangan dan demo siswa di sekolah. Akan tetapi, itu semua sudah diselesaikan. Oknum guru itu sudah diamankan di Polres Kabupaten Jayapura, guna diproses sesuai perundang-undangan yang berlaku,” kata Sohilait, Senin (9/3/2020).

Sohilait meminta pihak yayasan yang menaungi sekolah itu segera menyampaikan kronologi lengkap terkait dugaan ujaran rasisme atau penghinaan yang dilontarkan oknum guru terhadap muridnya itu. “Yang jelas, hari ini sudah ada saling memaafkan antara murid dan guru. Lalu pelaku sudah dibawa ke polisi untuk diproses hukum,” ujarnya.

Sohilait mengimbau para guru untuk lebih berhati-hati dalam berucap. Apalagi dalam waktu dekat Provinsi Papua akan memasuki ujian akhir sekolah. “Hati-hatilah dengan ucapan ataupun tulisan. Sebab semua itu bisa berdampak buruk ketika tidak dikontrol,” katanya dengan tegas.

Secara terpisah, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk oknum guru yang diduga melakukan penghinaan terhadap siswanya saat kegiatan pramuka.

“Langkah langkah kepolisian selain mendatangi tempat kejadian, kami juga sudah lakukan pemeriksaan awal terhadap saksi dan terhadap oknum guru untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” katanya.

Loading...
;

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ada unsur rasisme, sebagaimana isu yang tersebar di media sosial. “Jadi ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan rasis atau SARA. Sebab yang disampaikan guru itu tidak tertuju pada suku, agama atau ras dan antar golongan tertentu. Itu yang perlu dicatat,” kata Mackbon.

Mackbon menyatakan ujaran yang mengarah kepada penghinaan itu dilantorkan bukan kepada suku atau kelompok etnis tertentu, sehingga penyidik akan mengenakan delik pencemaran nama baik. “Jadi secara umum arahnya kepada penghinaan sebagaimana diatur dalam pasal 315 KUHP. Informasi yang kami dapat ini cuma penghinaan, jadi jangan sampai ada ucapan yang digiring oleh kelompok tertentu. Karena dari pemeriksaan terhadap oknum guru, para saksi termasuk siswa, tidak ada ucapan dari guru terhadap suku tertentu,” jelasnya.

Mackbon mengimbau semua pihak tidak terpengaruh kepada berita-berita yang disebarluaskan lewat media sosial. Ia berharap masyarakat akan memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk penyelesaian kasus ini.”Semua harus bisa mengendalikan diri. Jangan memberitakan menyebarkan berita hoaks. Tidak ada yang boleh mengganggu, kalau ada yang mengganggu akan berhadapan dengan aparat,” katanya dengan tegas. (*)

Ralat: Berita ini mengalami ralat, sebelumnya tertulis bahwa nama sekolah adalah SMP dan SMA Santo Thomas Antonius, Sentani. Penulisan nama sekolah diperbaiki menjadi SMP dan SMA Santo Antonius Padua, Sentani. Redaksi memohon maaf atas kesalahan itu. 

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top