Dinas PPA Nabire buka layanan pengaduan korban kekerasan

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Nabire, Jubi – Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten  Nabire sudah memiliki unit pengaduan pelayanan  korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala Dinas PPA Kabupaten Nabire melalui Sekretarisnya, Tajuwit, kepada Jubi, Rabu (2/8/17), mengatakan dinasnya telah membuka unit pengaduan pelayanan  korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami sudah buka unit ini, hanya saja belum ada call center. Tapi secepatnya akan kami sediakan,” kata Tajuwit.

Menurut Tajuwit unit tersebut dibuka untuk umum kepada seluruh masyarakat guna menerima laporan terkait kekerasan perempuan maupun anak.

“Jadi kalau ada masyarakat mengetahui atau menjadi korban tindak kekerasan pada perempuan dan anak, silakan datang ke kantor,” tuturnya

Tajuwid menjelaskan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagian besar berlatar-belakang belakang masalah ekonomi dan minuman keras miras (miras), meski juga karena factor lain.

Loading...
;

“Kekerasan pada perempuan dan anak banyak sekali faktor yang mempengaruhi. Sehingga dalam menanganinya kita disini harus memilah-milah persoalannya. Kalau sudah memenuhi proses hukum, kami akan memfasilitasi dan melakukan pendampingan,” katanya.

Khusus untuk perlindungan terhadap perempuan, diakui Tajuwit pihaknya belum memiliki fasilitas seperti rumah aman.

“Rumah aman ini harus benar-benar bisa melindungi dan memberi rasa aman bagi korban kekerasan. Kami belum memiliki tempat dan staf untuk rumah aman,” katanya.

Menurut Tajuwit, program untuk anak-anak, upaya yang lakukan pihaknya adalah mendatangi sekolah-sekolah dengan memberikan ceramah dan upaya mencegah bila terjadi kekerasan.

“Kami ke sekolah–sekolah untuk memberikan pembekalan pada mereka bagaimana menjaga diri supaya tidak menjadi korban kekerasan. Cara pencegahan dini, kalau mereka ketemu orang yang hendak melakukan kekerasan, kami ajarkan bagaimana cara mencegahnya. Hampir seluruh sekolah di Nabire sudah dilakukan sosialisasi,” katanya.

Tajuwit mengatakan program ini berjalan baik karena tidak diperlukan biaya besar, cukup mendatangi sekolah–sekolah, dan  sudah menjangkau sasaran yang luar biasa banyak.

Terpisah, siswa SMP N 4 Nabire, Annita, mengatakan dirinya sudah pernah mengikuti sosialisasi tentang penceghan kekerasan pada perempuan dan anak yang dilakukan Dinas PPA.

“Kegiatannya sangat luar biasa bagus. Kami dibekali cara pencegahan dini tindak kekerasan pada anak. Setidaknya sudah ada sedikit pengetahuan tentang itu,” katanya. (*)

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top