Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dinas tanaman pangan diminta tingkatkan produksi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua diminta untuk meningkatkan produksi tanaman pangan, guna mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain.

Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen menekankan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tanaman Pangan provinsi maupun kabupaten/kota harus berkomitmen dan kerja keras guna mewujudkan itu.

Dinas tanaman pangan diminta tingkatkan produksi 1 i Papua

"Saya inginkan komitmen dan kerja keras kita semua baik di provinsi maupun kabupaten dan kota. Sehingga komoditas strategis nasional seperti beras, jagung, kedelai, cabe dan bawang merah, secara bertahap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di provinsi ini," kata Hery pada Forum OPD Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura se-Papua, di Jayapura, Senin (13/3/2017).

Target pemerintah provinsi adalah untuk memenuhi kebutuhan beras Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan Raskin yang berjumlah sekitar 122.000 ton. Sama halnya dengan peningkatan produksi pangan lokal seperti ubi jalar, keladi dan sagu agar harus menjadi perhatian.

"Apalagi produksi ubi jalar yang saat ini mengalami keterlambatan, sehingga perlu didorong kembali dengan memastikan lahan-lahan ubi jalar tidak dikonversi peruntukkannya. Sebab produksi ubi jalar di Pegunungan Tengah harus dipastikan aman," ucapnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua Semuel Siriwa mengaku sampai hari ini Pemprov Papua masih bergantung dari luar untuk tanaman pangan dan hortikultura.

Loading...
;

"Kecuali beberapa komoditas seperti ubi jalar yang sudah bisa kami siapkan secara swasembeada tetapi dalam hal distribusi masih menjdi masalah," kata Siriwa.

Ia menyebutkan komoditas yang masih di bawa dari luar Papua seperti kedelai, jagung serta beberapa komoditas seperti kacang-kacangan. Namun khusus untuk hortikultura yang menjadi sorotan sekarang adalah cabai dan bawang.

"Memang minggu lalu berdasarkan survey pada beberapa pasar yang ada di Jayapura, harga cabai mencapai Rp135 ribu per kilo, namun harga pada tingkat petani seperti di daerah Arso hanya mencapai Rp60 ribu per kilo.  Artinya dengan rantai pasar yang ada Rp60 menjadi Rp135 ribu sangat besar," ucapnya.

Sementara utuk beras, ujar ia, pihaknya sudah mampu menyediakan 58 persen produksi padi untuk kebutuhan Papua. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top