Follow our news chanel

Dinilai pelayanan kesehatan buruk di Dogiyai, ini kata Dinkes

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Dogiyai, Jubi – Warga Kabupaten Dogiyai menyoroti pelayanan kesehatan di 10 distrik dan 79 desa karena pelayanannya tidak tapat sasaran. Bahkan terkesan petugas medis pun enggan berada di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM).

Andy Gobay, warga Dogiyai menceritakan, pada Senin (6/2/2017) pukul 21.00 WIT rumahnya diketuk pintu seorang mama sambil berkata, "Bapak Gobai, saya dan anak saya sakit, kami susah obat, saya datang berobat," katanya menirukan kepada Jubi, Kamis (9/2/2017) melalui telepon.

Ternyata, lanjutnya, perempuan tersebut sedang sakit dari Mapiha Barat, sepanjang perjalanan ia jalan kaki sambil menggendong anaknya.

“Karena sudah tengah malam, apotek maupun tempat medis belum ada yang buka, terpaksa kami tunggu berobat sampai  besok pagi, sampai pagi mama Tebai itu dengan nada kesal sambil berurai air mata berkata, anak saya meninggal," ceritanya Adny Gobay.

Menurut Gobay, kejadian tersebut menggambarkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Dogiyai sangat buruk.

"Buruknya kesehatan dan pelayanan ini terjadi di 10 kecamatan dan 79 desa di Kabupaten Dogiyai, semua petugas, terutama kepala-kepala Puskesmas selalu ada di Nabire, mereka punya tempat tugas di kotakah? Tahunya makan gaji buta saja, di sini saya tidak persalahkan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Kesehatan Dogiyai, tapi kesadaran medis di tingkat bawah itu harus diubah," harapnya.

Loading...
;

Terpisah, Sekretaris Dinkes Dogiyai, Kristianus Tebai menjelaskan, mulai Januari 2017 lalu Puskesmas Perawatan Moanemani dibuka 24 jam. Di sana ada perawat dan dokter jaga.

"Perawat dan dokter sudah stand by, kami juga sudah kontrak empat orang tenaga dokter, salah satunya dokter anak daerah bernama Fredy Goo, kami percayakan dokter Fredy layani wilayah PKM perawatan Idakebo dan Ugapuga, bisa layani di PKM perawatan Moanemani, " jelasnya mengklarifikasi.

Dikatakan Tebai, pihaknya juga mulai melakukan penarikan kembali ke Dinkes beberapa kepala PKM yang sering lalai dalam tugas dengan menggantikan dengan yang baru.

Ia berjanji menyelesaikan masalah dengan membayarkan gaji di tempat tugas. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top