Dinkes Bogor pulihkan trauma warga terdampak puting beliung

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Bogor, Jubi  – Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, memberikan pendampingan dan konseling bagi warga terdampak bencana angin puting beliung untuk memulihkan trauma dan mengembalikan harapan hidup, sehingga warga bisa beraktifitas normal.

"Tim kesehatan sudah turun sesaat setelah bencana terjadi, kami mendirikan posko di tiap-tiap kelurahan," kata Kepala Seksi PTM pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, Firry Trianti, Selasa, (11/12/2018)

Menurut  Firry, tim tanggap darurat Dinkes turun melakukan survei lapangan menyasar delapan kelurahan yang terdampak bencana setelah bencana terjadi. Survei lapangan ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah, mengetahui kerugiannya apa, kerusakan rumah berapa, total kerugian, dan yang utama mencari korban jiwa.

"Korban jiwa hanya ada satu yang tewas tertimpa pohon, kami memberikan pendampingan di rumah sakit hingga jenazah disemayamkan," kata Firry menambahkan.

Ia menjelaskan warga yang terdampak bencana diberikan layanan pemeriksaan kesehatan. Tecatat pada hari pertama posko kesehatan melayani 18 orang warga yang datang memeriksakan diri. Mereka mengalami  berbagai gejala gangguan kesehatan dikeluhkan warga di antaranya, diabetes melitus (DM), sakit kepala, mual-mual, deman, influenza dan pegal-pegal.

Beberapa gangguan kesehatan yang dialami oleh warga salah satunya dipicu oleh bencana angin puting beliung yang terjadi. "Tapi semuanya penyakit umum yang bisa dialami oleh orang yang baru mengalami trauma, bisa ditangani dengan pengobatan biasa," kata Firry menjelaskan.

Loading...
;

Selain layanan pengobatan, tim Dinkes dibantu oleh mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia melakukan terapi stress kepada warga. Menurut Firry, peristiwa angin kencang yang dialami warga pasti menimbulkan trauma, kejadian tersebut bukanlah kejadian biasa sehingga menimbulkan efek trauma.

Upaya yang dilakukan adalah memberikan bimbingan kepada warga di tiap-tiap posko kesehatan, dengan cara berkonsultasi secara verbal, serta pendampingan individual bagi warga yang punya potensi depresi.

Hal-hal yang disampaikan kepada warga adalah kalimat-kalimat yang membangun semangat, dan rasa bersyukur bahwa bencana tersebut tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi warga. "Kami sampaikan bahwa mereka tidak kehilangan seluruhnya, masih ada barang-barang, kita hibur, diarahkan bahwa mereka masih bersyukur masih memiliki harta dan relasi, ada keluarga," katanya.

Selain itu, warga juga mendapatkan bantuan oleh Pemerintah Kota Bogor, sehingga segala keperluannya tertangani dengan baik. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top