Dinkes Papua pertanyakan dana kesehatan di Asmat

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan Provinsi Papua, mempertanyakan dana kesehatan yang sudah diberikan pemerintah provinsi maupun pusat untuk pemerintah setempat. Sikap itu disampaikan terkait  munculnya kabar 58 anak di Kabupaten Asmat meninggal akibat gizi buruk dan campak.

"Karena provinsi sudah keluarkan dana besar sekali, kalau untuk Asmat dari provinsi saja 2017 sebesar Rp 60 miliar, belum lagi keberadaan dana-dana lainnya dari pusat dan daerah," kata  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (17/1/2018).

Gubernur telah menurunkan dana besar ke kabupaten dan kota, baik melalui  dana Otsus, Gerbang Mas, Kartu Papua Sehat, bahkan Bantuan Operasional Posyandu, dan dana alokasi khusus pelayanan kesehatan dasar. “Dana itu sebagai upaya menangani masalah kesehatan di Papua,” kata Giyai menjelaskan.

Giyai juga menyoroti keberadaan petugas kesehatan yang jarang ada ditempat tugas, bahkan hal tersebut sering berlangsung lama.  Meski begitu ia kurang tahu secara detail apakah itu disebabkan tidak adanya perangsang dari daerah atau orang-orangnya yang nakal, dinas kesehatan Papua belum bisa memastikan.

“Yang jelas dinas sudah banyak melakukan pelatihan, workshop, raker kesehatan setiap tahun secara rutin, tapi tidak tahu alasan mereka apa," katanya.

Wakil Ketua Komisi pendidikan dan kesehatan, DPR Papua, Natan Pahabol, mempertanyakan keberadaan dana Otsus untuk kesehatan sebesar 15 persen yang diberikan Pemprov Papua kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Loading...
;

"Kalau kondisi ini masih terjadi di daerah atau kabupaten, kami mempertanyakan dana itu dikemanakan?,” kata Natan mempertanyakan . (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top