TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, Papua
Foto ilustrasi, RSUD Yowari Kabupaten Jayapura. - Jubi/Engel Wally

Dinkes Papua rekrut tambahan dokter dan perawat

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan Papua merekrut puluhan tenaga dokter dan ratusan tenaga medis/tenaga pembantu medis untuk memastikan pelayanan kesehatan di sejumlah rumah sakit tetap berjalan. Perekrutan itu dilakukan karena banyak tenaga kesehatan di rumah sakit yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Papua, Robby Kayame mengatakan banyak dokter dan tenaga medis positif COVID-19 sehingga harus menjalani menjalani perawatan atau isolasi mandiri. Akibatnya, sejumlah rumah sakit di Papua kekurangan dokter dan tenaga medis. “[Perekrutan] itu untuk mengisi kekosongan di rumah sakit yang dokter dan perawatnya banyak terpapar Covid-19,” kata Kayame usai rapat bersama Komisi V DPR Papua di Kota Jayapura, Selasa (27/7/2021).

Menurutnya, tenaga medis yang direkrut itu terdiri dari 50 orang dokter, 300 orang perawat dan bidan, 50 tenaga analis medis, dan 50 orang tenaga surveilans. “Mereka itu kami peruntukkan untuk menggantikan dokter, perawat yang terpapar korona, dan mesti isolasi mandiri,” ucapnya.

Baca juga: 48 tenaga kesehatan positif COVID-19, RSUD Paniai akan tutup poli umum

Kayame menyebutkan sejumlah rumah sakit yang membutuhkan tambahan tenaga kesehatan, termasuik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura di Kota Jayapura, RSUD Jayapura, RSUD Yowari di Kabupaten Jayapura, Rumah Sakit Boven Digoel, RSUD Paniai dan beberapa lainnya. “Setelah dokter dan perawat rumah sakit itu sembuh, dokter, dan tenaga medis yang kami rekrut akan digeser lagi ke rumah sakit lain yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Paniai, Meki Nawipa mengatakan, RSUD Paniai akan menutup sementara pelayanan di poliklinik umum rumah sakit itu. Langkah itu diambil karena 48 tenaga kesehatan medis dan non medis RSUD Paniai positif COVID-19, sehingga rumah sakit itu kekurangan dokter.

Baca juga: 83 tenaga kesehatan RSUD Nabire positif COVID-19

“48 tenaga kesehatan itu terdiri dari tujuh orang dokter umum, seorang dokter spesialis kandungan, seorang dokter gigi, lima orang analis laboratorium, 18 orang perawat, empat orang bidan dan 12 staf administrasi,” kata Nawipa belum lama ini.

Menurutnya, untuk mengisi kekosongan dokter di RSUD Paniai, dua dokter yang bertugas di Puskesmas Enarotali akan dipindahtugasnya sementara waktu di RSUD Paniai.  Nawipa menyatakan pihaknya juga telah melayangkan surat permintaan bantuan tenaga dokter kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai, melalui Rumah Sakit Umum Pratama Deiyai.

“Jadi RSUD Paniai akan dibantu dua tenaga dokter dari Puskesmas Enarotali. Kami juga minta tenaga dokter dari Deiyai. Kami masih menunggu jawaban dari Deiyai. Itu karena hanya ada tiga dokter di sana [Deiyai],” kata Nawipa. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G