Follow our news chanel

Previous
Next

Dipecat, 9 cleaning service Politeknik Kesehatan mengadu ke MRP

Foto ilustrasi. - pixabay.com
Dipecat, 9 cleaning service Politeknik Kesehatan mengadu ke MRP 1 i Papua
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah sembilan tenaga kebersihan atau cleaning service yang diberhentikan perusahan pengerah tenaga kerja Politeknik Kesehatan Jayapura mengadu kepada Majelis Rakyat Papua atau MRP, Rabu (19/2/2020). Mereka telah bekerja sebagai cleaning service Politeknik Kesehatan sejak 2012, dan tiba-tiba dipecat perusahaan pengerah tenaga kerja yang baru memulai kerjasamanya dengan Politeknik Kesehatan Jayapura.

Salah satu tenaga kebersihan yang dipecat itu, Adriana Wabiser menyatakan mereka mengadu kepada MRP karena lembaga itu merupakan representasi orang asli Papua dan berwenang untuk memperjuangkan hak orang asli Papua. “MRP kan memperjuangkan hak-hak orang asli Papua. Kami punya hak [untuk] bekerja. Kami harap bisa kembali bekerja,” ujar Wabiser.

Wabiser menyatakan ia dan delapan rekannya itu telah bekerja sebagai tenaga kebersihan di Politeknik Kesehatan Jayapura sejak tahun 2012. Sepanjang waktu itu, ia beserta 15 tenaga kebersihan Politeknik Kesehatan lainnya dipekerjakan melalui perusahaan pengerah tenaga kerja yang berganti-ganti.

Menurutnya, Politeknik Kesehatan Jayapura rutin mengganti perusahaan pengerah tenaga kerja cleaning service. Setiap terjadi pergantian perusahaan pengerah tenaga kerja, hubungan kerja Wabiser dan 15 temannya dialihkan dari perusahaan pengerah tenaga yang lama kepada perusahaan pengerah tenaga kerja yang baru. Selanjutnya, mereka kembali bekerja sebagai cleaning service di Politeknik Kesehatan Jayapura.

Pada 2020, Politeknik Kesehatan Jayapura kembali mengganti perusahaan pengerah tenaga kerja kebersihan, dan menunjuk perusahaan baru. Perusahaan pengerah tenaga kerja yang baru itu lantas mengumumkan hanya bisa mempekerjakan 12 orang tenaga kebersihan di Politeknik Kesehatan Jayapura.

“Kami hanya diberitahu secara lisan. Alasan anggaran yang diberikan tidak cukup untuk mempekerjakan 16 orang. Mereka bilang hanya bisa mempekerjakan 12 orang. Jadi, kami pikir nanti empat orang [tenaga kebersihan di Politeknik Kesehatan akan dipecat],” kata Wabiser.

Loading...
;

Belakangan, perusahaan baru itu membawa lima orang tenaga kebersihan yang baru. Wabiser dan delapan rekannya dipecat dengan pemberitahuan lisan dari atasan barunya.

Ketika Wabiser dan delapan rekannya memprotes kebijakan itu, manajemen pengerah tenaga kerja itu menyatakan mereka berwenang mendatangkan lima pekerja baru itu. “Bila benar mereka tidak bisa mempekerjakan 16 orang karena anggaran sedikit, mereka tetap harus memberikan surat pemberhentian,” keluh Wabiser.

Wabiser menyatakan selama ini ia dan delapan rekannya selalu berupaya mengerti kesulitan perusahaan pengerah tenaga kerja mempertahankan 16 tenaga kebersihan di Politeknik Kesehatan Jayapura. Menurutnya, bertahun-tahun mereka menerima upah yang lebih kecil dari Upah Minimum Provinsi Papua.

“Kami [selalu berusaha] mengerti. Walaupun [nilai upah kami dulu] di bawah standar, itu yang bisa menghidupi kami. Anak-anak kami bisa sekolah. [Tetapi kini kami justru diberhentikan]. “Satu Minggu saja [tidak memiliki pekerjaan, kami akan] bingung, apa lagi sudah satu bulan ini,” kata Wabiser.

Lukas Daby, rekan Wabiser, menyatakan ia mengadu kepada MRP karena tidak menerima pemecatan itu. “Dia hanya bilang butuh 12 tenaga. Kami pikir empat orang yang akan korban tidak kerja, karena tenaga lama ada 16 orang. Tetapi tidak, dia berhentikan sembilan orang, lalu bawa lima orang tenaga baru,”ungkapnya.

Daby berharap MRP dapat membantu pihaknya berkomunikasi dengan Politeknik Kesehatan Jayapura maupun perusahaan pengerah tenaga kerja yang baru. Daby berharap MRP bisa memperjuangkan ia dan teman-temannya mendapatkan hak mereka sebagai pekerja.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top