Follow our news chanel

Previous
Next

Disdik Papua minta jaminan keamanan selama UN berlangsung

Siswa asal Nduga belajar di sekolah darurat di Wamena - Jubi/Dok
Disdik Papua minta jaminan keamanan selama UN berlangsung 1 i Papua
Siswa asal Nduga belajar di sekolah darurat di Wamena – Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Dinas Pendidikan (Disdik) Papua meminta pihak keamanan (TNI/Polri) dan pemerintah daerah memberikan jaminan keamanan selama para siswa SD, SMP dan SMA/SMK melaksanakan Ujian Nasional (UN) pada Maret mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Elias Wonda, mengatakan jaminan keamanan harus diberikan bagi daerah-daerah rawan, khususnya di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga,pasca insiden penembakan yang membuat masyarakat setempat memilih mengungsi ke Wamena dan sekitarnya.

“Saat ini banyak masyarakat usia pelajar yang mengungsi ke Wamena. Untuk itu, kami minta aparat keamanan dan pemerintah setempat bisa memberikan rasa aman agar mereka bisa mempersiapkan diri menghadapi UN nanti,” kata Wonda, di Jayapura, Senin (18/2/2019).

Untuk memastikan, ujar ia, dirinya sudah menginstruksikan panitia UN untuk memantau langsung para siswa yang dilaporkan mengungsi ke Wamena, sekaligus berkoordinasi dengen pemerintah setempat apakah UN akan dilaksanakan di Wamena atau tetap di Nduga.

“Ancaman keamanan tidak bisa diprediksi dan bisa saja terjadi kapan saja. Jangan sampai siswa maupun petugas UN dan logistik soal-soal ujian terjadi apa-apa. Intinya, semua siswa yang ada di daerah itu harus dipastikan bisa mengikuti ujian,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Nasional Tingkat Provinsi Papua, Laurens Wantik saat dihubungi mengatakan, sekitar 406 siswa dari 12 Distrik di Kabupaten Nduga yang saat ini mengungsi di Kota Wamena. 406 siswa itu terdiri dari siswa tingkat SD, SMP dan SMA/SMK.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Nduga. Jadi ratusan siswa ini nanti akan mengikuti UN di Wamena. Karena peristiwa di Nduga termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB), mereka bisa mengikuti UN di tempat lain yang aman. Hal diperbolehkan dalam Prosedur Operasional Standar (POS) UN,” ujarnya.

Loading...
;

Ia menambahkan, sejauh ini proses belajar mengajar di tempat pengungsian para siswa belum terlaksana dengan normal layaknya di sekolah. Sebab, kata Laurens, saat ini pihaknya dan relawan pendidikan masih memberikan pendamping psikologi bagi siswa tersebut.

“Pelajaran secara formal belum bisa berjalan karena kami masih melakukan trauma healing (penyembuhan trauma) kepada para murid. Namun, kami saat ini tetap berupaya memberikan materi kisi-kisi soal UN dari Kemendikbud,” tutupnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top