Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua
Sosialisasi penggunaan masker kepada para pengendara di Jalan Raya di Sentani, beberapa waktu lalu - Jubi/Engelbert Wally.

Dishub prioritaskan pengawasan terhadap angkutan darat

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura masih mendapati sejumlah angkutan umum mengabaikan protokol kesehatan. Mereka tidak membatasi jumlah penumpang hingga separuh dari kapasitas normal.

“Ketika tidak ada petugas (razia), sopir membawa banyak penumpang bahkan melebihi kapasitas (daya angkut). Jika kedapatan (tepergok petugas), penumpang mereka harus diturunkan atau dipindahkan ke bus untuk menuju posko pemeriksaan kesehatan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura Alfons Awoitauw, Kamis (8/10/2020).

Dishub menjadi tim operasi pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura. Mereka bertanggung jawab dalam mengawasi mobilisasi penumpang angkutan darat, laut dan danau.

Selain transportasi umum, Dishub Kabupaten Jayapura mengawasi angkutan perdagangan, terutama pedagang keliling yang menggunakan sepeda motor. Sejumlah pedagang difasilitasi dalam menjalani tes usap atau swab test.

“Ratusan pedagang kami kumpulkan di lapangan upacara Gunungmerah (Kantor Bupati Jayapura) untuk di-swab. Mereka yang (hasil pemeriksaannya) negatif diberi semacam tanda pengenal (keterangan bebas Covid-19), sedangkan yang positif langsung diisolasi,” jelas Awoitauw.

Dia mengatakan sosialisasi dan pengawasan difokuskan kepada angkutan darat. Itu mengingat wilayah mereka berada di jalur perlintasan darat ke sejumlah kabupaten dan kota di Papua. “Setiap angkutan umum antarkota maupun dalam kota diatur jarak tempat duduknya.”

Dishub Kabupaten Jayapura mengerahkan sekitar 100 personel dalam mengawasi kepatuhan penyedia jasa layanan transportasi umum terhadap protokol kesehatan. Mereka juga melibatkan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja serta TNI dan Polri.

Loading...
;

“Sebanyak 100 personel (Dishub), 10 Polisi Pamong Praja, serta masing-masing lima anggota TNI dan Polri disebar di sejumlah titik operasi. Pergerakan (mobilisasi) manusia paling banyak di sektor transportasi. Karena itu, harus dilakukan sosialisasi (protokol kesehatan) sebelum operasi (razia),” jelas Awoitauw.

Pengemudi Angkutan Umum Jurusan Sentani-Waena Ismail mengatakan pemberlakukan protokol kesehatan membuat pendapatannya berkurang drastis. “Jumlah penumpang dalam sekali angkut dibatasi. Kami tidak bisa memuat banyak penumpang  karena ada petugas yang mengawasi (melarang).” (*)

 

Editor: Aries Munandar

Scroll to Top