Follow our news chanel

Diskominfo Papua sosialisasikan sistem aplikasi peserta PON XX

papua, PON XX, komisi keabsahan, sistem aplikasi peserta PON XX
Diskominfo Papua Usai Mensosialisasikan sistem aplikasi peserta PON XX kepada komisi keabsahan PON XX / Istimewa

Papua No.1 News Portal

Jayapura, Jubi – Pasca peresmian sejumlah arena (venue) dan hitung mundur 362 hari menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Pemerintah Provinsi Papua terus menggenjot kesiapan helatan olahraga nasional empat tahunan itu, termasuk kesiapan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) selaku instansi teknis yang membidangi teknologi informasi pada Panitia Besar (PB) PON XX.

Sebagai bagian dari persiapan itu, Diskominfo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi PON XX tahun 2021 kepada Komisi Keabsahan PON XX di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Senin hingga Selasa, 26-27 Oktober 2020.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, ketua Komisi Keabsahan PON XX, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, Wakil Ketua KONI Pusat, Suwarno, Sekum PB PON Papua, Elia Loupatty, Kadis Kominfo Papua, Jery A Yudianto dan stafnya.

Dalam arahannya, Marciano Norman mengatakan Bimtek ini merupakan pelatihan berbasis IT bagi Komisi Keabsahan PON XX tahun 2021. Agar dalam melaksanakan tugas keabsahan dapat berjalan lancar, tertib dan aman.

“Komisi Keabsahan harus melaksanakan tugas dengan baik, berpedoman pada aturan yang telah ditetapkan KONI pusat dan juga berpedoman pada aturan Technical handbook masing-masing cabang olahraga PON XX tahun 2021,” ujar Norman dalam rilis yang diterima Jubi.

Mantan Kepala BIN RI itu juga mengharapkan Komisi Keabsahan PON XX, memverifikasi peserta PON secara cermat berbasis domisili dan berkoordinasi dengan bidang pertandingan dan tim IT PON PON Papua.

“Sebab, pada saat entry by name tidak ada atlet cabang olahraga yang melebihi kuota pada PON XX, dan jangan sampai ada intervensi, karena hasil keputusan tim keabsahan bersifat final dan mengikat. Jadi, pada saat Delegation Registration Meeting (DRM) semua atlet sudah clear, tidak ada lagi permasalahan status atlet peserta PON XX Papua tahun 2021,” harapnya.

Loading...
;

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kominfo Papua, Jery A Yudianto bahwa kegiatan Bimtek ini sangat penting bagi Komisi Keabsahan PON XX. “Bimtek ini sangat penting, karena Komisi Keabsahan punya peranan penting untuk mengabsahkan semua atlet peserta PON XX tahun 2021 Papua,” kata Jery.

Dirinya menjelaskan, awal tahun 2021, pihaknya sudah masuk pada tahapan mereview entry by number yang sudah dilakukan pada tahun 2019 lalu. Oleh karena itu, aplikasi ini menurutnya perlu diperkenalkan kepada tim keabsahan, sehingga pada saat proses verifikasi peserta PON atau entry by number dan entry by name tahun depan semua sudah sinkron antara Komisi Keabsahan dan aplikasi untuk verifikasi data yang sudah didaftarkan oleh masing-masing KONI provinsi.

“PON XX Papua semua serba digital, tujuannya kita ingin menghindari penumpukan dokumen-dokumen seperti PON-PON sebelumnya, sehingga atlet yang bertanding di PON nanti benar-benar sudah terverifikasi,” terangnya.

Kendati begitu, Jery mengaku masih ada kendala yang dihadapinya, sebab PB PON melalui bidang pertandingan bersama 37 induk organisasi cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON belum menetapkan aturan Techical Hand Book (THB).

Technical handbook ini sangat penting yang harus dituntaskan oleh teman-teman bidang pertandingan PB PON, sehingga menjadi panduan untuk tim keabsahan maupun akan menjadi panduan pada saat penyelenggaraan PON nanti,” tutupnya.(CR4)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top