Disnaker siapkan layanan ketenagakerjaan berbasis online

Salah satu warga sedang mengurus kartu kuning (AK-1) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura - Jubi/Ramah
Disnaker siapkan layanan ketenagakerjaan berbasis online 1 i Papua
Salah satu warga sedang mengurus kartu kuning (AK-1) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura akan menghadirkan layanan tenaga kerja cerdas (smartnaker) berbasis online. Kadisnaker Kota Jayapura, Djoni Naa mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan anggaran untuk merealisasikan layanan tersebut.

“Untuk anggarannya membutuhkan Rp1,8 miliar lebih terdiri dari untuk smartnaker Rp1,4 miliar dan penataan ruangannya Rp400 juta lebih,” kata Kadisnaker Kota Jayapura, Djoni Naa, di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (11/2/19).

Dijelaskan, dalam smartnaker nantinya akan ada informasi lowongan pekerjaan, layanan pengurusan kartu kuning dan bursa kerja yang langsung bekerjasama dengan perusahaan sektor swasta.

“Perusahaan bisa mengakses data angkatan tenaga kerja yang ada di Kota Jayapura sesuai dengan klasifikasi pendidikan, klasifikasi kompetensi. Pencari kerja juga bisa mengakses lowongan jabatan yang ada di perusahaan,” ungkapnya.

Dalam smartnaker juga ada yang layanan wajib lapor tenaga kerja yang dilakukan oleh perusahaan, pelatihan dan sertifikasi penempatan, tinggal diumumkan melalui email.

“Harapan kami, smartnaker ini, bila melakukan pengurusan kartu kuning, wajib lapor dan penyelesaian PHI tidak lagi manual tapi online. Pengurusan kartu kuning, misalnya, dari rumah warga sudah memasukkan datanya, kemudian datang ke kantor untuk dicetakkan kartu kuning dengan menunjukkan bukti register,” jelasnya.

Loading...
;

Rencana penerapan layanan daring ini mendapat respons dari salah satu warga, Martin Surbakti. Ia menilai layanan ketenagakerjaan berbasis daring ini takkan maksimal. Ini karena tidak semua daerah di Papua terjangkau dengan internet.

“Kalau menurut saya, datang langsung ke kantor lebih bagus karena ketemu langsung dengan stafnya, sekalian bisa tanya-tanya berkas yang mau dilengkapi,” jelasnya.

Komentar berbeda disampaikan Maria Simangunsong. Ia berpendapat smartnaker sangat bagus diterapkan karena memudahkan warga memantau lowongan pekerjaan sesuai dengan bakat dan minat.

“Saya sangat mendukung karena membantu warga dalam mencari kerja. Saya baru dua minggu di Kota Jayapura datang mengurus kartu kuning untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS),” ujarnya. (*)

 

Editor : Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top