Follow our news chanel

Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura sidak di pasar tradisional

Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura saat melakukan sidak harga dan kebutuhan pokok di Pasar Youtefa - Jubi/Ramah
Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura sidak di pasar tradisional 1 i Papua
Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura saat melakukan sidak harga dan kebutuhan pokok di Pasar Youtefa – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, turun langsung memantau perkembangan harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Hamadi dan Pasar Youtefa, Selasa (24/3/2020).

“Ini untuk memastikan jumlah stok bahan pangan dan sembako serta harga barang beredar di kedua pasar ini dipastikan aman,” ujar Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, ditemui usai melakukan sidak.

Dari hasil sidak dimaksud, dikatakan Awi, ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga, stabil, bahkan penurunan harga. Kebutuhan pangan yang naik, yaitu gula pasir harganya di angka Rp17.000 sampai Rp18.000 per kilogram.

Selain itu, bawang bombay mengalami kenaikan signifkan. Minggu lalu berada di angka Rp75.000 per kilogram, sekarang harganya dijual Rp100 ribu per kilogram. Ayam lokal ukuran besar dijual Rp65.000 dan ayam beku (antar pulau) harganya jualnya antara Rp30.000 satu ekor, telur ayam juga relatif stabil masih di jual Rp Rp60.000 satu rak.

Untuk komoditas bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan harga. Bila minggu lalu dijual Rp55.000 sampai Rp60.000 per kilogram kini harganya dijual Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram.

Selain itu, cabai rawit menyentuh harga Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram, yang sebelumnya dijual Rp50.000 sampai Rp60.000 per kilogram, minyak goreng dari Rp13.000 satu kilogram naik menjadi Rp14.000 sampai Rp15.000, jahe putih dijual Rp60.000 per kilogram.

Loading...
;

“Dari hasil wawancara kami dengan beberapa pedagang, stok bahan pangan dan sembako untuk Kota Jayapura relatif aman dan harga juga masih stabil. Sesungguhnya kami berharap agar warga tidak panik yang memacu melakukan pembelian tidak rasional karena merugikan diri sendiri dan keluarganya,” jelas Awi.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Hamadi, Nu Kholis, mengatakan belum ada kenaikan harga ayam potong, pembeli juga masih stabil atau tidak berdesak-desakan.

“Saya jual ayam potong lokal dari Arso dan Nimbokrang. Saya berharap harga ayam tetap stabil, apalagi ini mau mendekati bulan puasa,” ujar Nu Kholis.

Pedagang sembako di Pasar Youtefa, Melinda, mengatakan harga naik karena pengambil di distributor juga naik.

“Minyak goreng saya jual Rp15.000 satu kilogram. Sebelumnya saya jula Rp13.000. Gula pasir naik Rp2.000. Dari harga Rp16.000 sekarang saya jula Rp18.000. Saya tidak pastikan barang naik atau tidak. Saya berharap tidak karena kebutuhan pangan banyak permintaan saat Lebaran,” jelas Melinda. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top