Distan latih warga Muara Tami gunakan biogas

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Dinas Pertanian (Distan) Kota Jayapura melatih warga Distrik Muara Tami untuk memanfaatkan energi biogas.

Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rolo mengatakan,  pemanfaatan biogas dikembangkan sejak empat tahun lalu di Koya Timur dan Koya Barat, Distrik Muara Tami. 

“Kami latih pekerja ini untuk bisa digunakan hasil biogas. Sebenarnya tidak sulit penggunaannya. Hanya masyarakat ini didorong pelan-pelan untuk lihat hasil kemudian. Mereka juga akan coba di kawasan pemukiman lokal untuk penggunaan biogas di wilayah Muara Tami,” katanya di Jayapura, Senin (3/4/2017). 

Menurut dia biogas tak merusak lingkungan dan ekosisistemnya. Menghasilkan biogas cukup dengan memelihara sapi dua ekor dan kotorannya ditampung dalam reaktor gas. 

Maka dari itu, pihaknya mengarahkan peternak agar membuat kandang, sehingga kotoran sapi dapat dimasukkan ke dalam reaktor kompos dengan bakteri pengurainya. 

“Setiap penguraian pasti melepaskan gas. Ini yang kami tampung di reaktor gas. Apabila gas ini semakin tua, gas itu dilepaskan dan dimasukan ke dalam kompor biogas. Kompor itu bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga juga dengan spiral biogas bisa untuk penerangan,” katanya.  

Loading...
;

Ia mengatakan, jika kotoran sapi tak dikelola bak maka akan berdampak buruk bagi manusia, sebab dapat menyebabkan penyakit tetanus dan bau musuk. 

Namun demikian, penggunaan biogas juga mengurangi beban rumah tangga, misalanya penggunaan lampu dan bahan bakar untuk masak. Pembuatan biogas ini disebutnya sebagai langkah efektif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

Warga Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Karel Hamadi mengatakan, pemanfaatan biogas harus dikembangkan secara serius dengan membentuk badan yang dibiayai pemerintah. 

Menurut Karel, pemerintah bisa juga menggunakan sampah anorganik untuk membuat biogas selain kotoran sapi. 

“Pertama sampah anorganik mengelola sampah diubah menjadi kompos dan diubah menjadi lahan. Kompos yang dihasilkan sudah diterima dan lalu digunakan. Hasil pertanian masuk, tapi kita mengelola menjadi kompos mempertahankan kejenuhan tanah sehingga kita tempatkan,” katanya. (*)
 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top