Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dituding keluarkan larangan puasa, ini pernyataan Xinjiang

ouasa-china
Simbol komunis china, pixabay.com
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang, China, menganggap larangan puasa bagi umat Islam setempat selama bulan Ramadhan lalu mengada-ada. Isu tersebut merupakan fabrikasi oleh kelompok Turkestan Timur.

“Tuduhan larangan yang dibuat oleh oleh kelompok dari luar negeri sangat mustahil. Setiap bulan Ramadhan, mereka biasa menyebarkan isu itu untuk menyerang Xinjiang secara membabi buta,” kata juru bicara Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang, Ilijan Anayt, dikutip media lokal, Senin (8/6/2020).

Baca juga : Australia sebut China tak respons permintaan untuk redakan ketegangan

Dituding keluarkan larangan puasa, ini pernyataan Xinjiang 1 i Papua

Peringati tragedi Tiananmen, AS desak China hormati HAM

Partai buruh di Korut sebut tidak tepat AS kritik China

Menurut Ilijan Anayt,  kelompok Turkestan Timur yang berkeinginan memisahkan Xinjiang dari China itu menuduh pemerintah daerah setempat melarang umat Islam berpuasa Ramadhan. Di dalam laman World Uygur Congress terungkap rencana mengunggah klip video yang menempatkan warga etnis Uighur sebagai sasaran persekusi selama Ramadhan, demikian Ilijan.

Ilijan menegaskan bahwa tidak ada satu pun warganya yang didiskriminasi atau dizalimi karena memiliki keyakinan dalam beragama atau tidak di daerahnya.

Loading...
;

Semua kegiatan keagamaan, baik yang dilaksanakan di tempat ibadah atau di rumah, seperti shalat dan puasa, diatur oleh kelompok agama atau umat beragama itu sendiri dan dilindungi oleh hukum.

Terkait video yang mempertontonkan persekusi terhadap warga etnis Uighur, Ilijan menyatakan sebagai berita palsu yang bertujuan untuk mempertentangkan antarkelompok etnis, memutus hubungan antaretnis, dan membangkitkan amarah antaretnis di wilayah paling barat China itu.

“Niat mereka sangat licik. Tidak dapat dimungkiri, Xinjiang telah menikmati aktivitas keagamaan yang harmonis dan teratur selama bulan puasa,” katanya.

Tercatat pemerintah daerah setempat membangun kamp vokasi sesuai undang-undang yang berlaku untuk mendidik warga setempat untuk belajar bahasa Mandarin sebagai bahasa nasional China, konstitusi, dan berlatih keterampilan serta program deradikalisasi. Semua peserta didik di kamp vokasi tersebut telah lulus pada Desember 2019. Etnis Uighur merupakan etnis terbesar di Xinjiang yang mayoritas beragama Islam. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top