Follow our news chanel

Dituding minta mobil mewah, Bupati Muara Enim nonaktif : hanya pinjam saja

papua
Ilustrasi, pixabay.com
Dituding minta mobil mewah, Bupati Muara Enim nonaktif : hanya pinjam saja 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Bantahan itu dinyatakan Ahmad Yani pada persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang saat menjadi saksi untuk terdakwa Kabid Jalan dan Jembatan Muara Enim, Elfin MZ Muchtar

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Palembang, Jubi– Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani yang berstatus terdakwa kasus gratifikasi 16 paket proyek jalan tahun anggaran 2019 membantah telah meminta mobil merek Lexus dari kontraktor Robi Okta Pahlevi.

Bantahan itu dinyatakan Ahmad Yani pada persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang saat menjadi saksi untuk terdakwa Kabid Jalan dan Jembatan Muara Enim, Elfin MZ Muchtar, Selasa, (10/3/2020) malam.

“Saya tidak minta tapi hanya pinjam saja,” kata Ahmad Yani ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU KPK), Roy Riadi.

Baca juga : Kajati Papua Barat tampik tudingan jika wakilnya terima ‘suap’ proyek

Jadi saksi suap, Kalapas Serui dipanggil KPK

Loading...
;

KPK ciduk anggota KPU terduga suap

Ahmad Yani juga membantah telah meminta mobil pick-up merek Tata dari kontraktor Robi yang sebelumnya sudah divonis 3 tahun penjara.

Pada persidangan 18 Februari 2020 lalu, Robi menyebut Ahmad Yani meminta mobil Lexus bekas senilai Rp1,25 miliar dan Tata senilai Rp120 juta, dan membelikan.

Meski Ahmad Yani mengakui telah berkomunikasi dengan Robi terkait kedua mobil itu, namun ia bersikeras menyebut kedua mobil yang disebut Robi itu hanya pinjaman untuk kunjungan tamu dan mengangkut barang.

Ia juga juga membantah hampir seluruh keterangan saksi sebelumnya dan keterangan BAP terkait adanya peran serta dirinya dalam mengatur komitmen fee 10 persen senilai Rp22 miliar dari 16 paket proyek jalan senilai Rp129 miliar.

“Saya tahu ada namanya komitmen fee, tapi saya tidak tahu kalau di Muara Enim itu ada, mohon maaf saya lemah soal pemahaman hukum-hukum,” ujar Ahmad Yani menanggapi pertanyaan hakim anggota Abu Hanifah.

Keterangan yang diberikan Ahmad Yani selama persidangan dinilai terlalu berbelit-belit dan jawabannya sering keluar dari konteks pertanyaan, sehingga beberapa kali hakim maupun JPU KPK tampak geram.

Selain Ahmad Yani, persidangan juga menghadirkan Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB yang pada persidangan sebelumnya terpaksa keluar karena tiba-tiba sakit kepala. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top