Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Divonis 11 bulan penjara, Bucthar Tabuni nyatakan dirinya tidak bersalah

Salah satu Tapol Papua, Ketua II Komite Legislatif United Liberation Movement For West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni -Jubi. Dok
Salah satu Tapol Papua, Ketua II Komite Legislatif United Liberation Movement For West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni. -Jubi. Dok
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua II Legislatif United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP, Bucthar Tabuni mengatakan tidak sependapat dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Balikpapan yang menyatakan dirinya terbukti bersalah melakukan makar. Akan tetapi, Tabuni belum memutuskan apakah ia akan mengajukan banding atas atas putusan yang dijatuhkan majelis hakim pada Rabu (17/6/2020) itu.

Dalam sidang pembacaan putusan pada Rabu, majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Sutarmo bersama hakim anggota Agnes Hari Nugraheni dan Bambang Condro Waskito menyatakan Tabuni terbukti bersalah melakukan pidana makar, dan menjatuhkan hukuman 11 bulan penjara. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada 2 Juni 2020, yang meminta Tabuni dihukum 17 tahun penjara atas pidana makar.

Buchtar Tabuni menyatakan dirinya tidak bersalah melakukan makar. Ia menyatakan dirinya tidak pernah tahu menahu barang bukti yang diajukan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan perkaranya. “Saudara Yafet Bunai ambil barang bukti dari mana, parang, panah segala macam itu?” kata Tabuni kepada majelis hakim dalam sidang pembacaan putusan perkaranya, Rabu.

Divonis 11 bulan penjara, Bucthar Tabuni nyatakan dirinya tidak bersalah 1 i Papua

Baca juga: Hasil sidang putusan 7 Tapol: Buchtar Tabuni divonis 11 bulan penjara

Tabuni menyatakan meminta waktu untuk menimbang apakah ia akan mengajukan banding atas putusan tersebut. “Bukan saya tidak mau 11 bulan, tetapi dari hati nurani saya tidak bersalah. Jadi, saya pikir-pikir dulu,” kata Tabuni saat ditanyai hakim.

Advokat Gustaf Kawer selaku penasehat hukum Tabuni juga menyampaikan kepada majelis hakim bahwa ia dan kliennya akan menimbang dulu untuk menerima atau menolak putusan. “Majelis hakim yang mulia, kami pikir-pikir dulu,” kata Kawer saat ditanya majelis hakim.

Majelis hakim memberi waktu tujuh hari bagi Tabuni bersama penasehat hukumnya untuk menyatakan menerima vonis itu, atau mengajukan banding.(*)

Loading...
;

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top