Follow our news chanel

Previous
Next

Djoko Susilo, pelatih yang identik dengan tim Papua itu tutup usia

Djoko Susilo Papua
Djoko Susilo saat dipercayakan melatih tim sepakbola Papua – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Nama Djoko Susilo tidak asing bagi publik sepak bola tanah air. Terkhusus penggila dan pecinta bola sepak di bumi Cenderawasih dan Jawa Timur.

Betapa tidak, coach Djoko Susilo punya kenangan manis ketika menjadi seorang pelatih profesional. Namanya kian melejit manakala bertugas sebagai pelatih Persiwa Wamena sejak 2005-2010.

Terakhir kali mengabdikan diri sebagai pelatih di tanah Papua, pria bertubuh jangkung itu dipercayakan Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua. Ia menjadi nahkoda untuk membimbing tim sepakbola Papua proyeksi pra kualifikasi PON XIX/Jawa Barat, sebelum digantikan Chris Leo Yarangga dan kawan-kawan.

Baca juga: Kompetisi usia dini di Papua harus tetap digulirkan

“Anak-anak Papua punya talenta khusus dalam sepakbola. Mereka terlahir serta punya bakat alami yang luar biasa. Mereka hanya butuh sentuhan, arahan dan bimbingan dari pelatih yang tepat untuk mengasah kemampuan mereka [anak-anak Papua],” kata Djoko Susilo dalam suatu perbincangan dengan reporter Jubi saat melatih tim Pra PON Papua medio tahun 2015.

“Banyak pelatih hebat. Akan tetapi, hanya sedikit yang bisa memahami dan mengerti karakter pesepakbola Papua,” lanjut coach Djoko Susilo waktu itu.

Djoko Susilo Papua
Djoko Susilo (duduk menghadap pemain) berikan arahan buat anak didiknya tim sepakbola Pra PON Papua di Stadion Mandala Jayapura – Jubi/Jean Bisay

Sabtu siang, 22 Agustus 2020, kabar berpulangnya Djoko Susilo tersiar lewat sebuah grup Whatsapp.Jimi Maak, mantan pesepakbola PON Papua seangkatan Boaz Solossa dan kawan-kawan, merasa kehilangan sosok pelatih yang sangat berjasa dan menyampaikan turut berdukacita yang mendalam.

Loading...
;

Jimi Maak memposting percakapan terakhir di dinding Whatsappnya bersama almarhum Djoko Susilo per tanggal 13 Agustus 2020. “Sa [saya] dengan bapak Djoko tiap hari WA [saling berkabar lewat pesan whatsapp], sa [saya] selalu tiap pagi kasih selamat buat bapak dia [Djoko Susilo],” kenang Jimi.

“Percakapan terakhir dengan bapa Djoko. Sio bapak ku yang bawa saya ke Persiwa Wamena. Selalu kontak dengan bapak. Selamat jalan Bapak ku, diterima di sisi Allah yang maha kuasa,” tulis Jimi Maak.

Baca juga: KONI Deiyai bantu dana untuk 16 cabor

Jimi punya catatan tersendiri bersama coach Djoko Susilo. “Bapak Djoko pelatih yang sangat disiplin. Beliau [Djoko Susilo] yang mengajak saya bergabung ke Persiwa Wamena pada kompetisi ISL musim 2009/2010,” ucap Jimi kepada Jubi, Sabtu malam (22/8/2020).

Selain melatih Persiwa Wamena, tim PON Papua, Djoko Susilo pernah menangani tim Deltras Sidoarjo pada 2013. Manajemen dan keluarga besar “The Lobster” Deltras Sidoarjo juga memberikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Djoko Susilo melalui akun media sosial klub.

Djoko Susilo mengembuskan napas terakhir di Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (22/8/2020). Menurut informasi yang dihimpun Jubi lewat Jimi Maak, almarhum Djoko Susilo meninggal karena sakit diabetes yang dideritanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top