Donggala diharapkan pulihkan pertanian pascagempa

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Donggala, Jubi – Masyarakat di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah,   mengharapkan pemerintah daerah setempat memulihkan sektor pertanian, untuk kesejahteraan warga. Tercatat kawasan setempat  sbelumnya menjadi kawasan terdampak gempa dan tsunami, pada 28 September lalu.

"Ratusan kepala keluarga yang mata pencahariannya sebagai petani, hingga saat ini belum berkativitas secara normal seperti sebelum gempa," kata seorang tokoh masyarakat Desa Lero, Mohammad Hamdin,  Sabtu, (24/11/2018).

Menurut dia, gempa dan tsunami  masih berdampak pada sector pertanian, bahkan ia menyebutkan hanya sebagian petani di Kecamatan Sindue khsusnya Desa Lero dan Lero Tatari yang kembali bertani.

“Sebagiannya tidak dapat kembali bertani, karena lahan pertanian rusak. Kemudian alat pertaniannya juga rusak,” kata Hamdin menambahkan.

Ia menjelaskan sarana irigasi dan pendukung pertanian lain perlu dibangun kembali oleh Pemerintah Kabupaten Donggala untuk memulihkan kondisi masyarakat khususnya para petani. Selain itu benih, bibit dan pupuk perlu disediakan agar petani kembali menggarap lahan.

"Ini harus menjadi fokus pemerintah dalam upaya membangkitkan kembali masyarakat. Tidak sekadar bicara bangkit, tetapi tidak disertai tindakan nyata," ujar Hamdin menjelaskan.

Loading...
;

Tercatat hingga saat ini para petani masih tidur dibawah tenda terpal karena rumah mereka rusak saat bencana gempa dan tsunami menghantam Kecamatan Sindue. Sedangkan para korban gempa dan tsunami menggantungkan kebutuhan ekonomi utamanya sandang dan pangan kepada relawan.

"Kami tidak lagi memiliki 'hand tractor' untuk kembali bertani," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Tanjung Padang Kecamatan Sirenja, Moh Rum Yojolome.

Ia mengatakan petani di Kabupaten Donggala mengalami kekurangan alat pengolahan lahan pertanian. Alat pertanian seperti hand tractor tidak bisa lagi dioperasikan kerena rusak ditimpa bangunan akibat bencana gempa dan tsunami.

Desa Tanjung Padang Kecamatan Sirenja salah satu wilayah terdampak gempa dan tsunami yang cukup parah.

Banyak rumah warga yang rusak dihantam tsunami, termasuk sawah dan sarana penunjang kegiatan bertani warga turut rusak karena bencana itu.

Yojolome mengatakan saat ini petani masih mempertimbangkan mengolah sawah, karena terkendala sarana pendukung seperti hand tractor yang bisa digunakan.  (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top