Follow our news chanel

Previous
Next

DPRD akan panggil pimpinan Telkom dan Telkomsel Nabire

Suasana pertemuan di DPDR Nabire antara Telkom dan Telkomsel dan masyarakat peduli jaringan – Jubi/Titus Ruban
DPRD akan panggil pimpinan Telkom dan Telkomsel Nabire 1 i Papua
Suasana pertemuan di DPDR Nabire antara Telkom dan Telkomsel dan masyarakat peduli jaringan – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nabire berencana memanggil pimpinan PT Telkom  dan Telkomsel yang membawahi area Nabire. Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Nabire, Mercy Kegou, dalam pertemuan dengan pimpinan cabang Telkom dan Telkomsel Nabire dan masyarakat peduli pelayan jaringan, Jumat (1/11/2019).

Ketua DPRD Nabire, Mercy Kegou, usai memimpin rapat mengakatan pihaknya telah menerima aspirasi dari perwakilan masyarakat yang mengadu terhadap pelayanan jaringan. Juga termasuk dua pimpinan cabang BUMN ini. Beberapa hari ke depan akan pihaknya memanggil pimpinan di atasnya guna mendengarkan penjelasan terkait gangguan yang sering terjadi di daerah ini.

“Kami sudah mendengar aspirasi dari dua pihak, baik masyarakat maupun BUMN. Dari

keterangan pihak Telkom dan Telkomsel belum bisa menjawab dan memberikan penjelasan

yang baik. Jadi kami akan panggil pimpinan mereka,” jelas Mercy Kegou.

Menurut Mercy Kegou, Telkom dan Telkomsel jangan sampai menjadikan pelayanan jaringan sebagai lahan bisnis pribadi. Jika dewan memiliki bukti akurat, maka akan membentuk pansus untuk menyelidiki hal ini.

Loading...
;

Untuk itu, pimpinan dewan akan berkoordinasi dengan komisi terkait untuk dapat menjadwalkan serta mengundang pimpinan yang bertanggung jawab atas jaringan di area Nabire.

“Kami akan rapat internal bersama komisi teknis untuk membahas, sebab kami akan bentuk pansus dan bila ada bukti kami akan polisikan,” terangnya.

Kepala Telkom Cabang Nabire, Sudirman, belum bisa memberikan penjelasan sebagaimana diminta masyarakat peduli aksi. Ia hanya berujar jika seringnya terjadi gangguan jaringan akibat dipaksakan tanpa memberikan alasan.

Ia juga mengatakan jaringan di Nabire menggunakan radio dan terhubung dengan Biak. Dari radio tersebut memiliki perangkat dengan menggunakan 13 tower.

“Maka kalau ada salah satunya yang down (terganggu) maka seluruh Nabire akan terganggu pelayanannya,” katanya.

Sementara itu, koordinator aksi, Dedy Marwa sebagai perwakilan masyarakat pengguna jaringan di Nabire mengatakan sebelum bertemu DPRD pihaknya terlebih dahulu melakukan aksi protes ke Telkom dan Telkomsel di kantornya.

Aksi ini sebab jaringan data dan IndiHome sering terganggu akibat hadirnya wifi.id.

“Ini puncak dari kekesalan masyarakat Nabire dengan pelayanan jaringan. Sehingga aksi kami ini untuk mempertanyakan sejauhmana pelayanan BUMN ini kepada warga Nabire. Bayangkan dalam setahun bisa dua tiga kali gangguan. Biarpun tidak gangguan jaringan kita tidak bisa menikmati, ya konsumen yang rugi karena tidak luas dengan pelayanan,” katanya.

Marwa juga mengaku belum puas dengan jawaban yang yang diberikan oleh Telkom dan Telkomsel. Sebab mereka terkesan tidak mau jujur dan terbuka kepada masyarakat. Mereka juga tidak memberikan jawaban yang jelas.

Padahal, kata Dedy, gangguan sudah sejak 2013 dan masyakarat tidak menikmati jaringan dengan  baik dalam mengkonsumsi informasi.

“Mereka sudah harus sadar hal ini. Jadi pertemuan dengan dewan tidak ada keputusan dan penjelasan gamblang dari Telkom dan Telkomsel. Kami berharap tidak ditunggu lama pertemuan berikutnya supaya masyarakat bisa puas,” tandasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari     

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top