DPRD Deiyai sarankan biarkan rakyat Papua tentukan nasibnya dalam RDP MRP

Ketua DPRD Deiyai, Petrus Badokapa. - Jubi/Abeth You

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai menyatakan bahwa biarkan rakyat Papua meminta Otonomi Khusus (Otsus) dilanjutkan atau memilih refrendum.

“Biarkan rakyat Papua yang menentukannya dalam RDP MRP besok ini. Pihak eksekutif, legislatif, yudikatif tenang dan diam saja, kita tunggu hasilnya,” ujar Ketua DPRD Deiyai, Petrus Badokapa, kepada Jubi, Minggu (15/11/2020).

Sebagai wakil rakyat, kata Badokapa, pihaknya mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif dari MRP yang melakukan RDP di seluruh wilayah adat di Tanah Papua, terutama di lima wilayah adat yakni Lapago, Tabu, Saireri, Anim Ha dan Meepago. Menurut dia, langkah ini bagus sekali dan harus didukung oleh semua pihak di atas Tanah Papua.

“RDP ini luar biasa. Karena melalui cara seperti ini, saya meyakini akan ada kebenaran dan isi hati dari rakyat Papua yang akan diutarakan,” ujarnya.

Sebagai Ketua DPR Kabupaten Deiyai, ia menyampaikan agar jangan ada kejadian seperti masa lalu, yang selalu saja ada oknum tertentu di atas Tanah Papua mengatasnamakan rakyat demi kepentingan pribadi.

“Pimpinan dari wakil rakyat dari wilayah adat Meepago dengan tegas meminta agar hadirnya Otsus sudah 20 tahun di atas tanah Papua. Apakah Otsus dilanjutkan atau tidak, biarkan rakyat Papua yang menentukan. Jangan ada intervensi dari pihak mana pun. Biarkan rakyat Papua menyampaikan isi hati mereka kepada MRP,” ungkapnya.

Loading...
;

Wakil rakyat Deiyai ini juga meminta kepada MRP agar jangan mendengarkan apa kata pemerintah daerah, DPR daerah, atau polisi dan tentara, pun kelompok tertentu yang mengatasnamakan rakyat Papua.

“MRP harus benar-benar dengar kata dan isi hati dari rakyat Papua sendiri,” tegasnya.

Ketua Komisi I DPRD Deiyai, Hendrik Onesmus Madai, mengatakan sangat mendukung apa pun yang akan disampaikan oleh rakyat Papua, sebab keputusan mutlak ada di tangan rakyat, maka apa pun permintaan rakyat Papua, harus didengar dan dilanjutkan.

“Maka itu, kami minta kepada MRP, agar apa pun yang disampaikan dari seluruh rakyat Papua, hasil itulah yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat di Jakarta,” kata Madai.

Pihaknya menegaskan, MRP jangan menambah dan mengurangi permintaan dan rakyat Papua namun wajib menghargai rakyat Papua. “Jika rakyat Papua meminta Otsus dilanjutkan, silakan lanjutkan. Tapi, jika rakyat Papua minta refrendum untuk Papua, itu kehendak rakyat Papua.” (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top