HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

DPRD Dogiyai, Deiyai, dan Paniai minta kendaraan angkut bama dari Nabire sementara dihentikan

Ketua sementara DPRD Deiyai, Petrus Badokapa (kiri), Waket I DPRD Dogiyai Simon Petrus Pekei (tengah), Bupati Deiyai Ateng Edowai (kanan) - Jubi/Abeth You
DPRD Dogiyai, Deiyai, dan Paniai minta kendaraan angkut bama dari Nabire sementara dihentikan 1 i Papua
Ketua sementara DPRD Deiyai, Petrus Badokapa (kiri), Waket I DPRD Dogiyai Simon Petrus Pekei (tengah), Bupati Deiyai Ateng Edowai (kanan) – Jubi/Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Guna memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona di wilayah Meepago terutama tiga kabupaten yakni Dogiyai, Deiyai, dan Paniai, DPRD tiga kabupaten itu minta semua kendaraan yang mengangkut barang atau bahan makanan (bama) ke tiga daerah itu segera dihentikan.

Apalagi saat ini di Nabire telah ada tiga orang positif Covid-19, dikhawatirkan virus ini akan menlar ke wilayah pegunungan. Karenanya, mesti mewanti-wanti sopir kendaraan pengangkut bama yang melintas dari Nabire.

DPRD Dogiyai, Deiyai, dan Paniai minta kendaraan angkut bama dari Nabire sementara dihentikan 2 i Papua

Ketua sementara DPRD Deiyai, Petrus Badokapa, mengatakan tiga daerah memiliki potensi pangan lokal sehingga tak perlu datangkan dari Nabire selama penyebaran corona masih belum bisa dihentikan.

“Nabire sudah ada tiga orang positif Covid-19, maka saya minta dengan tegas kepada tiga bupati yaitu Dogiyai, Deiyai, dan Paniai agar hentikan sementara semua kendaraan yang bawa naik bama ke pedalaman. Kita sudah ada pangan lokal, susah apa,” ujar Badokapa kepada Jubi, Sabtu (18/4/2020).

Badokapa juga menegaskan pembatasan terhadap kendaraan yang menangkut bahan bakar minyak (BBM) selama 14 hari ke depan.

“Kita akan hidup kalau dua hal ini dihentikan mulai saat ini,” katanya.

Wakil Ketua I DPRD Dogiyai, Simon Petrus Pekei, menegaskan sesuai dengan instruksi pemerintah pusat untuk penyediaan stok sembako dan bama sepenuhnya akan disediakan oleh masing-masing pemerintah daerah dengan cara melakukan pergeseran dana dari APBD untuk memberikan jaminan sosial dan kesehatan serta melakukan penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

“Jadi saat ini seluruh komponen masyarakat Dogiyai, Deiyai, dan Paniai berharap kepada pemerintah daerah untuk menyediakan bama. Maka mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, pemerintah harus segera memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Khusus untuk kabupaten Dogiyai, kata dia, memiliki lumbung sayur mayur dan umbi-umbian sehingga mampu menjamin masing-masing keluarga di seluruh kampung.

Ketua sementara DPRD Paniai, Ham Yogi, menyatakan saat ini stok bama di sejumlah kios yang berada di area Madi dan Enarotali cukup menjamin selama dua pekan ke depannya.

“Saya minta kendaraan yang angkut bama dan BBM berhenti dulu sementara. Ini jangan main-main,” katanya.

Ia menambahkan pembatasan ini akan dilanjutkan atau tidak setelah adanya informasi resmi dari tim gugus tugas Covid-19 Nabire atas kondisi tiga pasien tersebut telah membaik.

“Kita tidak akan mati kalau tidak makan bama yang disuplai dari Nabire, soalnya kita masih punya stok di kios dan masing-masing kebun,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top