HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

DPRD Dogiyai: Oknum buka palang jalan, pembunuh orang Meepago

Palang jalan yang sudah dibuka dan dilalui kendaraan – Jubi/Agustinus Tebai untuk Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dogiyai, Jubi – Pemalangan jalan trans Nabire-Ilaga di kilometer 130 atau Kampung Abouyaga hingga Kampung Epomani dengan cara melintangkan kayu di tengah jalan oleh DPRD Kabupaten Dogiyai yang dipimpin langsung Ketua sementara DPRD Dogiyai, Wakil Ketua, Ketua Komisi A, dan sejumlah anggota DPRD.

Ketua sementara DPRD Dogiyai, Elias Anouw, mengatakan pihaknya menutup jalan dengan kayu besar menggunakan sensor pada tanggal 8 April. Namun diketahui, palang kayu itu telah dibuka oleh oknum tertentu pada tanggal 9 April 2020.

“Kayu palang itu dibuka oleh oknum pemuda dan anggota polisi dari Polres Paniai,” ujar Elias Anouw, kepada Jubi, Jumat (10/4/2020).

Usai mendapat laporan dibukanya palang tersebut, pihaknya kembali lagi ke tempat itu guna melihat dari dekat, untuk memastikan pembongkaran palang tersebut.

“Ternyata kayu yang kami tebang untuk memalang jalan itu sudah dibongkar. Mereka potong pakai parang dan kampak. Sudah bersih, rata dengan tanah,” katanya.

Ia mengaku oknum pemuda yang bekerja sama dengan Polres Paniai melakukan hal itu demi meloloskan kendaraan mereka.

Loading...
;

“Jadi mereka kerja pada malam hari. Selanjutnya kami balik kanan kejar orang-orang itu,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Dogiyai, Agustinus Tebai, mengatakan pihaknya kembali tebang kayu untuk memalang jalan tersebut dengan menumbangkan dua pohon besar.

Ia menceritakan, tiba- tiba dari arah Nabire muncul mobil, mereka adalah rombongan polisi dari Polres Paniai, tujuan ke Enarotali, Paniai.

“Tiba di tempat pemalangan yang baru ditebang, para anggota polisi cerita antara satu sama lain, ini baru saja mereka tebang. Sambil mereka potong pakai chain saw yang dibawa oleh rombongan polisi ini,” katanya.

Ia mengatakan jarak antara pihak DPRD dan rombongan polisi kurang lebih 20 meter.

Baca juga  Dugaan korupsi monev Bappeda Mimika masuk tahap penyidikan

Dengan polisi yang dari arah Nabire ini, pihaknya menahan untuk meminta keterangan terkait pembongkaran palang kayu, namun mereka tidak berhenti, terus jalan dengan kecepatan cukup tinggi.

“Saat itu mereka [polisi] menggunakan kendaraan dua motor dan dua mobil,” ucapnya.

Para anggota DPRD Dogiyai meninggalkan pohon yang ditebang dan ikut mengejar rombongan polisi.

“Kami sampaikan kepada tumbuhan yang ada di sekitar kita, agar mobil polisi terjadi apa-apa di jalan biar kami bisa minta keterangan,” ungkapnya.

“Kami tiba di Kampung Gopouya, ternyata mobil yang ditumpangi polisi itu rusak, katanya mesin panas dan berhenti di jalan. Mereka sedang perbaiki. Kami rombongan DPRD minta kepada polisi agar bertanggung jawab atas tindakan yang dibuat, yang sengaja membuka palang jalan tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, anggota polisi dari Polres Paniai menyampaikan bahwa telah dikasih surat jalan dari tim satgas karena hal emergency. Selain itu, polisi mengaakan ada pejabat yang menyampaikan bahwa palang sudah dibuka sehingga bisa lewat.

Wakil Ketua DPRD Dogiyai, Simon Petrus Pekei, menegaskan pihaknya mengutuk cara kanak-kanak yang dilakukan oleh oknum pemuda dan aparat kepolisian.

Lanjutnya, pintu penyebaran pihaknya telah mengunci, ternyata ada oknum-oknum yang disebut sebagai kaum terdidik sengaja membuka maut manusia Meeuwo.

“Maka kami tegaskan, ini cara oknum-oknum itu membunuh orang Meepago, khusus di tiga kabupaten yakni Dogiyai, Deiyai, dan Paniai,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan masyarakat Paniai, Deiyai, dan Dogiyai segera berhenti naik dan turun dari dan ke Nabire karena DPRD Dogiyai akan mengambil sikap lain yang lebih ekstra ketat.

“Ini semua kami lakukan atas dasar aspirasi rakyat Meeuwo bahwa harus tutup akses perhubungan,” ucapnya.

Baca juga  Asisten I Setda Dogiyai: Sweeping aparat belum ada surat izin

Kapolres Paniai, AKBP A. Wakhid P. Utomo, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tak memberikan respons balik walaupun pesan tersebut telah dibaca. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa