HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

DPRD minta Pemkot Jayapura data ulang masyarakat Port Numbay dan OAP di 14 kampung

Yoan Alfredo Wambitman bersama anggota DPRD Kota Jayapura saat melakukan audiensi dengan Disdukcapil, Jumat 25 Jayapura 2020 -  Jubi/Dok Pribadi
Yoan Alfredo Wambitman bersama anggota DPRD Kota Jayapura saat melakukan audiensi dengan Disdukcapil, Jumat 25 Jayapura 2020 –  Jubi/Dok Pribadi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura, Yoan Alfredo Wambitman, minta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura untuk mendata masyarakat asli Papua di 14 kampung di Kota Jayapura.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura saat ini memiliki Aplikasi Khusus Orang Asli Port Numbay atau yang disebut Data Khusus (DAKU). Melalui program Gerakan Indonesia Sadar Admininduk (GISA) untuk arang asli Papua (OAP) Port Numbay dapat mendata masyarakat Papua.

“Langkah Pemkot Jayapura ini sangat baik,” kata Wambitman kepada Jubi, Sabtu (25/1/2019).

Wambitman mengatakan program ini akan dilanjutkan pada ada tahun 2020. Sehingga diharapkan Pemkot Jayapura bisa membentuk tim yang solid untuk mendata OAP secara menyeluruh.

“Agar pemanfaatan dana otsus itu bisa tepat sasaran dan dirasakan oleh orang asli Papua sehingga kalau tidak didata bagaimana kita mau membangun berdasarkan jumlah penduduk yang sudah didata,” katanya.

Wambitman menambahkan hari ini data yang dipakai ialah data BPS dan Disdukcapil.

Loading...
;

“Saya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jayapura yang sudah memulai dan menginisiasi pendataan orang asli Port Numbay dan orang asli Papua,” katanya.

Wambitman mengatakan pentingnya Data Khusus (Daku) Papua karena program ini khusus untuk mendata orang asli Papua Port numbay. Aplikasi ini juga dipakai untuk mendata Orang Asli Papua yang mempunyai KTP di Kota Jayapura.

“Kalau pendataan sudah dilakukan oleh pemerintah kota tentu sangat mudah untuk dana-dana Otsus itu bisa beredar di masyarakat Papua dan tepat sasaran,” kata mantan Presiden Mahasiswa Universitas Cenderawasih itu.

Wambitman berpesan kepada orang asli Port Numbay dan orang asli Papua yang berdomisili di Kota Jayapura yang belum mendaftarkan diri di dalam program ini agar segera mendaftarkan dirinya.

“Saya harap agar Disdukcapil bisa turun langsung ke kampung-kampung untuk mendata masyarakat Port Numbay maupun masyarakat asli Papua lainnya,” katanya.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan sumber dana pendataan orang Numbay dan orang asli Papua ini bersumber langsung dari dana otonomi khusus. Kalau program ini berjalan bagus tentu akan menjadi program primadona di Papua.

“Sebab pendataan orang asli Papua ini sudah ditiru oleh kabupaten-kabupaten lain di Papua sehingga Kota Jayapura diharapkan terus berinovasi untuk menjadi barometer pelayanan pemerintah di Tanah Papua,” katanya.

Salah seorang warga Kota Jayapura, Matius Wenda, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Jayapura yang mau mendata orang asli Papua dan orang Port Numbay.

“Saya harap pemerintah juga menertibkan warga yang masuk dari luar daerah agar kota ini benar-benar menjadi kota yang tertib administrasi,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa