Dua bocah ini tersangka plesetkan lagu Indonesia Raya

papua, lirik lagu
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi –  Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono menyatakan terdapat dua bocah masing-masing berusia 16 tahun  dan 11 tahun akan dikenakan UU Anak usai ditetapkan sebagai tersangka kasus pembuatan dan penyebaran parodi lagu Indonesia Raya.

Bocah berusia 16 tahun itu ditangkap pada Kamis (31/12/2020) malam di Cianjur, Jawa Barat usai Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) terlebih dahulu menangkap anak berusia 11 tahun di Sabah Malaysia, rekan dunia maya yang ikut menjadi tersangka.

“Untuk yang ada di Cianjur yang tadi malam ditangkap ketika gelar perkara sudah kita nyatakan sebagai tersangka dan perlakuannya juga menggunakan undang-undang anak,” kata Argo di gedung Bareskrim Polri, Jumat (1/1/2021).

Baca juga : DPR kecam lagu kebangsaan Indonesia Raya diplesetkan 

Rayakan Hari Film Nasional, saksikan 10 rekomendasi film Indonesia 

Kapolda Papua tegaskan kerumunan perayaan tahun baru akan dibubarkan

Loading...
;

Menurut Argo penetapan bocah sebagai tersangka usai Tim Penyidik dari Direktorat Siber Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan dan gelar perkara kepada yang bersangkutan.

Ia dikenakan pasal 4 huruf 5 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektorinik atau ITE.

Selain itu, ia juga terkena pasal 64 A juncto pasal 70 Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Namun, karena masih di bawah umur  dikenakan UU Anak.

Jerat pidana kepada anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. UU tersebut di antaranya mengatur tentang hak-hak anak, keadilan restoratif, upaya diversi, syarat dan ketentuan penahanan terhadap anak.

Usia anak yang masuk dalam kategori tersebut antara 12-18 tahun. Jadi, saat seorang anak menjadi pelaku tindak pidana, proses peradilan menggunakan ketentuan yang diatur dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Sementara, seoarang bocah lain yang saat ini masih berada dalam penanganan PDRM di Sabah, Malaysia. Polri masih komunikasi terkait kemungkinan untuk memulangkan yang bersangkutan.

Bocah yang berusia 11 tahun di malaysia merupakan WNI yang ikut orang tuanya tinggal di Sabah, Malaysia yang bekerja di sebuah perusahaan perkebunan di sana.

“Masih di Sabah kami belum melakukan pemeriksaan, mungkin ke depan kita komunikasikan dengan PDRM Malaysia seperti apa, tentunya hanya sebatas informasi awal dari kepolisian Malaysia,” katanya.

Polisi masih mendalami motif kedua tersangka membuat dan menyebarluaskan parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya di media sosial. Namun hasil pemeriksaan sementara, diduga merupakan pelaku awal yang membuat parodi tersebut dan mengunggahnya di akun YouTube MY Asean. Parodi Indonesia Raya yang dibuat kemudian ramai media sosial. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top