Dua BTS di Puncak, Papua dibakar, kegiatan belajar bisa tertinggal

BTS Puncak, Papua
Salah satu BTS yang dibakar di Kabupaten Puncak (IST)

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kapolres Puncak AKBP Decky Saragih mengakui saat ini anggotanya masih menyelidiki kasus dibakarnya dua base transceiver station (BTS) yang dilakukan kelompok bersenjata.

“Dari laporan yang diterima insiden pembakaran kedua BTS diketahui dari laporan yang disampaikan tim Palapa Ring Timur yang melakukan pengecekan menggunakan helikopter Sabtu (9/1/2021) lalu,” kata AKBP Saragih.

Dia mengakui BTS yang dibakar, yakni BTS 4 yang terletak di perbukitan Pingile Distrik Omukiya dan BTS 5 terletak di perbukitan wilayah Muara Distrik Mabuggi.

Masyarakat melaporkan kedua BTS dibakar sejak Kamis (7/1/2021) hingga mengakibatkan terganggu layanan 4G.

Saragih mengaku cukup kelompok bersenjata yang beroperasi di Kabupaten Puncak di antaranya Legagak, Militer Murib, Rambu Besar dan Leni Mayu, namun dia belum dipastikan kelompok mana yang membakar BTS.

“Anggota masih terus menyelidiki kasus tersebut karena kesulitan mendapat info karena masyarakat lebih memilih untuk tutup mulut, ” kata AKBP Saragih.

General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Maluku & Papua Adi Wibowo dalam keterangan tertulis menyatakan pelanggan Telkomsel di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, tetap dapat menikmati layanan komunikasi 2G.

Loading...
;

Layanan tersebut menggunakan transmisi IDR atau satelit

‘Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanannya yang terjadi kepada pelanggan Telkomsel di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, ” kata
Adi Wibowo.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait mengharapkan Base Transceiver Station (BTS) yang terbakar di Kabupaten Puncak segera ditangani sehingga berfungsi kembali. Ia mengatakan kini pembelajaran sedang membutuhkan jaringan internet sehingga kejadian itu sangat disayangkan.

“Karena masih menunggu, maka pembelajaran yang seharusnya daring harus dilaksanakan secara luring,” katanya.

Menurut Christian, hal ini harus dilakukan agar proses belajar mengajar tidak tertinggal jauh sembari menunggu Kementerian Kominfo memperbaiki jaringan internet yang terganggu karena terbakarnya BTS.

“Kami mendorong agar prosesnya dapat segera dilakukan sehingga pendidikan di Kabupaten Puncak tidak terlampau jauh tertinggal,” ujarnya.

Dia menjelaskan BTS itu sangat membantu karena jaringan internet juga membantu siswa untuk belajar di masa pandemi COVID-19 ini.

“Pembelajaran daring ini memang dipengaruhi sekali dengan jaringan internet sehingga diharapkan dapat segera diatasi,” katanya lagi. (Ant)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top