Follow our news chanel

Dua pelajar di Kabupaten Puncak  dihadang dan ditembak, satu orang tewas

papua-pelajarditembak-penambakan-kabupatenpuncak
Ilustrasi penembakan- Pexels.com.

Papua No.1 News Portal

Sentani, Jubi- Dua pelajar di Kabupaten Puncak  yang hendak merayakan Natal bersama orang tua di kampung halaman,  dihadang dan ditembak.  Satu meninggal dunia dan satu orang lagi melarikan diri dengan tiga  luka tembak di badan.

“Hari Kamis  itu,  Atanius Wuka (22) dan   Manus Murib  (22), siswa kelas dua di SMAN 1 Ilaga mereka dengar libur sekolah dan mereka persiapan pulang,  hari Jumat itu mereka dua ini mau (pulang merayakan) Natal bersama dengan orang tua, jadi dari Gome mereka mau ke Agandugume dan sebelumnya itu ada penghadangan  anggota di pertengahan jalan yang tidak diketahui oleh masyarakat dari Timika menuju Ilaga,” kata pihak keluarga korban yang dirahasiakan identitasnya,  kepada Jubi melalui telepon seluler, Sabtu (21/11/2020)

Dia mengatakan, di tengah jalan Manus Murib  dan  Atanius Wuka bertemu dengan anggota TNI dan sempat ditanyai.

“Mereka dua dapat tahan dan dapat tanya lagi di situ dan adik dua ini mereka bilang kami ini anak sekolah, karena libur sekolah,  jadi kami mau Natal bersama orang tua di Agandugume. Mereka tanya hanya satu kata itu saja dan kasih senjata kepada  dua adik ini pegang,  lalu foto mereka, karena adik Manus Murib  dia rasa tidak enak (hati),  dia langsung lari dan dapat tembak tiga kali. Satu peluru tembus di dekat daun telinga dan dua (peluru) masih ada di dalam (tubuh) dan dia berusaha lari ke distrik Gome Utara untuk menyelamatkan diri.  Hingga tiba di rumah itu jam 10 malam, sedangkan kejadian ini terjadi pada siang jam 11,” tuturnya.

Dari kejadian ini, pihak keluarga  dan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Puncak di  Ilaga langsung melarikan Manus Murib  ke rumah sakit Kago, selanjutnya akan dirujuk ke Timika.

“Untuk adik yang ditembak ini,  saat ini ada di Rumah Sakit Kago dan rencana akan dilarikan ke Timika. Sedangkan  yang ditembak mati (Atanius Wuka) itu masih di lokasi penembakan, kami keluarga korban belum bisa naik ambil mayat korban, kami ada minta anggota TNI untuk bantu kami antar mayat pakai helikopter juga,”  katanya .

Untuk itu keluarga korban mengatakan, untuk saat ini mereka hanya mau lakukan pemakaman terlebih dahulu sebelum, sebelum pihak yang lain angkat bicara.

Loading...
;

“Untuk saat ini,  mendesak kepala desa dan TNI untuk ambil jenazah.  Nanti setelah dimakamkan baru nanti bicarakan penyelesaiannya seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw menyebutkan versi yang jauh berbeda atas kejadian itu. Katanya,  dua pelajar menjadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Sinak, Kabupaten Puncak, seorang di antaranya meninggal dunia.

“Memang benar ada laporan dua pelajar menjadi korban penembakan OTK pada hari Jumat (20/11) di Sinak, salah seorang di antaranya meninggal dunia,” kata Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu.

Kendati demikian, Kapolda mengatakan bahwa polisi belum bisa memastikan siapa pelaku penembakan.
Dia lantas memerintahkan penyelidikan kasus tersebut kepada Polres Puncak.

Karena lokasinya yang jauh, menurut  Irjen Pol. Paulus Waterpauw, akan membutuhkan waktu, apalagi kondisi geografisnya.
Ketika ditanya apakah kedua korban benar-benar berstatus pelajar, Kapolda mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan seperti itu.

Kedua korban adalah pelajar SMA yang ada di Kabupaten Puncak, kata Kapolda Papua .

Sebelumnya, Kapen Kogabwilhan III Kol CZI I.G.N. Suriastawa menuding  KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata- istilah yang dipakai aparat keamanan Indonesia untuk menyebut gerilyawan bersenjata Papua-red) yang menjadi pelaku penembakan tersebut.

“Dari laporan yang kami terima, penembakan dilakukan KKB,” kata Kolonel CZI Suriastawa.

Dia menuding aksi KKB diduga bermotif intimidasi kepada masyarakat, karena tidak mendapat dukungan dari warga setempat  serta sebagai upaya memutarbalikkan fakta dengan menuduh aparat keamanan sebagai pelakunya.

“Pemutarbalikan fakta dan playing victim melalui media massa selalu menjadi trik dari kelompok pro-KKB dan pendukungnya di dalam dan luar negeri untuk menyudutkan pemerintah Indonesia,” kata  Suriastawa.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top