Follow our news chanel

Previous
Next

Dua provinsi ini risiko tinggi penyebaran Covid-19 saat Pilkada

pilkada, papua, pegaf, pegunungan arfak
ilustrasi Pilkada Serentak 2020 – Jubi/fin.co.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Provinsi Jawa Timur  dan Jawa Tengah menjadi wilayah berisiko tinggi untuk peserta Pilkada serentak 2020. Tercatat Jatim dan Jateng masuk lima besar provinsi yang memiliki kasus positif tinggi. Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Jatim mencapai 39.508 kasus dan Jateng 18.744 kasus.

“Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi wilayah berisiko tinggi untuk peserta Pilkada karena memiliki jumlah persentase kematian terbanyak,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Kamis (17/9/2020) kemarin.

Baca juga :Bawaslu Jatim ancam pidanakan kontestan Pilkada yang abaikan protokol kesehatan

Perda ini bisa penjarakan Timses Pilkada pelanggar protokol kesehatan 

Penyelenggara Pilkada di Jatim terpapar Covid-19

Berdasarkan data Satgas Covid-19, persentase kematian Covid-19 di Jatim sebesar 7,25 persen dan Jateng sebesar 6,45 persen. Hal itu menjadi alasan ia meminta protokol kesehatan Covid-19 diperketat untuk dua wilayah tersebut.

Loading...
;

Menurut Wiku, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama di daerah peserta Pilkada yang masuk dalam zonasi berisiko tinggi. Satgas sebelumnya menyatakan ada 45 kabupaten dan kota atau 14,56 persen daerah dengan risiko tinggi atau zona merah Covid-19.

“Calon kepala daerah harus dapat memberi contoh disiplin yang baik kepada masyarakat dan sedang diuji kepemimpinan-nya kepada seluruh masyarakat bahwa kita bisa menjaga keselamatan dari rakyat, semoga ke depannya tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan dalam rangkaian pilkada ini,” ujar Wiku menambahkan.

Data yang ia sampaikan menyebutkan setidaknya terjadi 243 pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan bakal pasangan calon kepala daerah maupun partai politik pengusung. Ia meminta para peserta Pilkada serentak 2020 mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Beberapa pelanggaran tersebut di antaranya, adalah ada yang positif Covid-19 saat mendaftar, terjadinya kerumunan seperti arak-arakan pendukung dan tidak menjaga jarak, dan tidak melampirkan hasil ‘swab’-nya saat mendaftar,” ujar Wiku menjelaskan.

Peserta Pilkada juga diminta mengantisipasi gelaran konser dan acara lain yang berpotensi memunculkan kerumunan dan penularan virus corona. Ia menyarankan agar pengumpulan massa diganti ke bentuk digital untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Agar kegiatan-kegiatan (kampanye) tersebut tidak menimbulkan kerumunan dan penularan, dengan cara bisa dilakukan dengan digital tanpa mengumpulkan massa secara fisik sehingga menimbulkan kerumunan,” katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top