HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Dua puluh unit rumah sudah dibangun di Wamena

Wakil Menteri PUPR, Wempi Wetipo, saat meninjau pembangunan ruko di seputar Hom-Hom, Distrik Hubikiak, Jayawijaya. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Wempi Wetipo, mengaku hingga kini rumah warga yang sudah dibangun ada 20 unit dari total 190-an.

“Diharapkan dalam kurun waktu 10 bulan, yang sudah ditugaskan bisa tuntas 100 persen,” katanya, saat berkunjung ke Wamena, Jumat (7/2/2020), guna melihat tindak lanjut pengerjaan ruko dan rumah warga yang terbakar, akibat rusuh 23 September 2019.

Selain itu, kata dia, ada 10 unit ruko yang siap dibayarkan anggarannya, karena hampir selesai dikerjakan.

“Sudah ada 10 unit ruko yang siap untuk proses pembayaran dari total 403 ruko, dimana ada 15 yang belum terdata. Yang 10 unit ini akan dibayarkan terlebih dahulu, karena sudah hampir rampung, sehingga tidak menumpuk untuk masalah pembayarannya,” kata Wetipo.

Untuk rekonstruksi kampus STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, kata dia, saat ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya dibantu TNI. “Kita harapkan dengan penugasan mereka sekitar 10 bulan juga bisa selesai tepat waktu, bersamaan dengan 190-an rumah warga.”

Yoga Arifman dari perwakilan PT Nindya Karya yang dipercaya menangani pembangunan kembali Kampus STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena mengaku, perencanaan sudah berjalan dimana secara simultan apa yang direncanakan langsung dikerjakan.

Loading...
;

“Target 10 bulan bisa tercapai, kalau dari harapan Wakil Menteri Oktober 2020 sudah harus selesai, tetapi kita usahakan Mei atau Juni selesai dan dimulai minggu depan,” katanya.

Menurutnya, untuk perbaikan kampus mengikuti struktur bangunan yang ada, jadi tidak semua dihancurkan.

“Akan dicek dulu strukturnya seperti apa, kalau memang masih layak bangunannya berarti tinggal kita lanjutkan atau hanya perbaikan saja,” katanya.

Baca juga  RS Dian Harapan tetap layani pasien umum

Sementara itu, Dansatgas Operasi Pembangunan Rumah khusus Wamena, Letkol CZI Irawan Agung Wibowo, mengaku dari tanggung jawab yang dibebankan untuk membangun 139 rumah warga yang terdampak, kini sudah 20 unit yang telah dibangun.

“Dari Mensikon Direktorat Zeni Tempur TNI yang ditugaskan Panglima TNI, dari target 193 rumah, yang sudah dibangun selama sebulan ini sebanyak 20 unit. Personel yang diturunkan ada sekitar 300-an yang didampingi pula Dinas Perumahan Jayawijaya dan Kementerian PUPR, yang tersebar di sejumlah titik,” katanya.

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jayawijaya, Fred Huby, mengatakan untuk pengerjaan 403 unit ruko dari Wouma, Hom-Hom hingga Pikhe, perkembangannya sudah mencapai 49 persen.

“Diperkirakan minggu depan sudah ada yang 100 persen untuk 10 unit. Dan sesuai penyampaian Wakil Menteri untuk mempersingkat pembayaran kita akan bayar per 10 unit ruko yang sudah selesai, karena jika menunggu 403 ruko selesai lalu dibayarkan, kasihan pengusaha Papua yang modalnya terbatas harus menunggu terlalu lama,” katanya.

Kata Fred Huby, untuk pertokoan yang ditangani para kontraktor asli Papua khusus di wilayah Wouma ada 143 ruko, 90-an ruko di Pikhe dan lainnya tersebar di seputar Hom-Hom, Muai serta lokasi tiga.

“Namun kenyataan di lapangan bukan hanya 403 sesuai yang terdata, tetapi ruko yang alami kerusakan lebih dari itu. Secara lisan kami sudah konfirmasi ke Wakil Menteri, tetapi untuk menyurat resmi ke pemerintah pusat lebih baik pemda yang menyurati, karena Gapensi hanya diberi tanggung jawab untuk mengerjakan saja,” katanya.

Ia juga mengaku, kesulitan para kontraktor asli Papua ini mengenai kebutuhan bahan lokal seperti pasir dan kayu. Sebab kini harga kayu naik dari 3,5 juta rupiah per kubik menjadi 5 juta rupiah, karena tingginya kebutuhan.

Baca juga  Warga Asmat akan direlokasi, pemerintah su tra mampu kah?

“Tetapi tidak mengurangi semangat teman-teman. Untuk kebutuhan pasir kita ada komunikasi dengan salah satu pemilik untuk ambil gratis dulu baru nanti dibayar, sedangkan untuk kebutuhan kayu kita belum punya mitra untuk membantu,” kata Fred Huby. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa