Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dua putra Papua terlibat di panitia Asian Games

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Dua putra terbaik Orang Asli Papua (OAP) Heppy Wanggai dan Daniel Womsiwor mendapat kehormatan dari Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) atau panitia nasional penyelenggara Asian Games 2018 untuk terlibat dalam penitia pelaksana cabang olahraga Kabaddi.

"Kami berdua sebagai dosen olahraga Uncen mendapat kepercayaan dari panitia Asian Games melalui pengurus Kabaddi Indonesia sebagai panitia pelaksana atau Sport Committee Fieldworker pada pertandingan Kabaddi," kata Daniel Womsiwor kepada Jubi, Senin pagi (26/8/2018).

Womsiwor bilang pada Asian Games tahun ini di Indonesia sebagai tuan rumah (Jakarta-Palembang), sebanyak 12 negara berpartisipasi dalam kompetisi cabor kabaddi, antara lain Pakistan, Indonesia, Iran, Jepang, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Nepal, India, Cina, Malaysia dan Korea.

Kabaddi adalah cabang olahraga baru di Indonesia, namun sudah resmi dipertandingkan di multi event tingkat Asia.

"Kabaddi ini pertama kali dimainkan di ajang Asian Games ke-11 di Beijing, dan kami bisa dipercayakan juga sebagai panitia Asian Games kali ini," ujarnya.

PB Kabaddi berharap pada Asian Games berikut, Timnas Indonesia sudah bisa diperkuat oleh anak-anak Papua.

Loading...
;

“Universitas Cenderawasih menjadi ujung tombak sebagai pusat pengembangan atlet Timnas untuk Asian Games berikut,” katanya.

Heppy Wanggai menambahkan Timnas Indonesia pada Asian Games kali ini belum mampu mencetak prestasi. Cabor asal India ini menjadi juara adalah Iran yang sukses memborong dua medali emas.

"Indonesia hanya sampai di babak 8 besar karena kalah postur dan fisik dari 11 negara lainnya," demikian Happy Wanggai.

Kabaddi sendiri berasal dari kata ‘kai pidi’ (bahasa Tamil) yang artinya ‘berpegangan tangan’. Permainan asal India ini ternyata telah ada sejak ribuan tahun lalu

Setiap tim terdiri dari 7 orang pemain. Satu perwakilan dari setiap tim akan menyerang tim lawannya dan menyentuh salah satu lawannya lalu kembali ke area timnya.

Yang membuat permainan ini unik adalah setiap pemain harus meneriakan ‘Kabaddi, kabaddi, kabaddi’ secara berulang-ulang sambil menahan nafas.

Lalu tim lawan harus menahan penyerang hingga akhirnya tidak kuat untuk menahan nafas lagi. Olahraga ini lebih kepada kolaborasi rugby dan gulat. (*)

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top