TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Dua warga Beijing ditangkap terkait sebar isu soal Olimpiade musim dingin

Papua
Ilustrasi penangkapan - Pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Fuzhou, Jubi – Dua warga Kota Beijing ditangkap aparat kepolisian setempat setelah menyebarkan isu kedatangan delegasi Amerika Serikat di Olimpiade Musim Dingin bakal mengganggu sistem transportasi massal di ibu kota China itu.  Kepolisian Beijing, Jumat, (14/1/2022) kemarin mengatakan telah menahan kedua warga itu untuk dimintai keterangan terkait penyebaran isu tersebut.

Panitia Pelaksana Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 telah membantah rumor bahwa kedatangan 370 anggota delegasi AS yang akan tiba melalui Terminal 3 Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA) bakal menyulitkan warga setempat dalam mengakses penerbangan mereka.

“Selama Olimpiade berlangsung, semua atlet dan ofisial yang tiba di Beijing akan ditempatkan dalam sistem kawasan tertutup dan tidak akan kontak langsung dengan masyarakat umum demi mencegah penularan baru Covid-19,” kata panitia, dikutip Antara, Jum’at, (14/1/2022).

Baca juga : Pembangunan stadion utama olimpiade musim dingin Beijing rampung
Dua dokter dan sejumlah pengemudi di Cina dipenjara gara-gara melanggar Prokes
Cina batalkan penerbangan dan tutup sekolah terkait temuan kembali kasus Covid-19

Mereka mengatakan kedatangan dan keberangkatan atlet tidak akan mengganggu jadwal penerbangan komersial. Menurut penyelenggara, sebelum tiba, pihak maskapai telah mengecek suhu tubuh dan riwayat kesehatan semua peserta. Mereka selanjutnya akan dites PCR sebelum diangkut ke fasilitas yang telah disediakan. Bagi mereka yang telah mendapatkan vaksin dosis lengkap akan ditempatkan dalam sistem kawasan tertutup.

Sedangkan yang belum mendapatkan vaksin lengkap akan menjalani karantina selama 21 hari di fasilitas yang telah disediakan sebelum memasuki sistem kawasan tertutup.

Direktur Operasional Komite Olimpiade Internasional (IOC) Pierre Ducrey mengapresiasi sistem kawasan tertutup sebelum pertandingan digelar karena dianggap sangat aman.

“Saya sangat terkesan dengan penerapan sistem tertutup sebelum lomba digelar yang benar-benar memungkinkan para pemangku kepentingan mampu menjalankan rencana kerja mereka,” ujar Ducrey. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us