Follow our news chanel

Previous
Next

Dubes Tiongkok desak Fiji pertimbangkan kembali larangan bagi warganya

Bandar Udara Internasional Nadi, Fiji. - RNZI/Sally Round
Dubes Tiongkok desak Fiji pertimbangkan kembali larangan bagi warganya 1 i Papua
Bandar Udara Internasional Nadi, Fiji. – RNZI/Sally Round

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Kedutaan Besar Tiongkok mengatakan mereka berharap negara-negara seperti Fiji yang melarang warga negara Tiongkok untuk memasuki negaranya agar menggunakan akal sehat.

Komentar ini diungkapkan setelah Pemerintah Fiji mengambil keputusan Minggu lalu (3/2/2020), untuk memberlakukan larangan masuk terkait wabah virus corona dari Wuhan. Semua warga negara asing yang telah mengunjungi Tiongkok dalam waktu 14 hari sebelum kedatangan mereka ke Fiji sekarang tidak diizinkan masuk.

Kedutaan Tiongkok berkata bahwa mereka sedang bekerja sangat keras, untuk melindungi warga negaranya dan juga orang-orang dari seluruh dunia, termasuk Fiji.

“Kita berharap bahwa Pemerintah Fiji akan meminimalkan sebaik mungkin dampak negatif pada perjalanan orang-orang. WHO telah berkata bahwa mereka masih percaya akan kemampuan Tiongkok untuk mengendalikan wabah tersebut. Tidak ada alasan untuk mengambil tindakan yang menghalangi perjalanan dan perdagangan internasional. WHO tidak merekomendasikan pembatasan perdagangan internasional dan perjalanan orang-orang.”

Tiongkok berharap negara-negara akan menghormati rekomendasi yang sudah jelas ini.

Pejabat Plt. Sekretaris Tetap Luar Negeri Fiji, Yogesh Karan, berkata mereka telah bekerja dengan dengan WHO dan Kementerian Kesehatan Fiji sebelum mengambil keputusan untuk memberlakukan larangan itu.

Loading...
;

“Keputusan kita tidak berbeda dengan yang telah diambil negara-negara lain, kita telah melakukan pekerjaan rumah kita dengan baik, kita telah melakukan penelitian kita tentang hal apa yang telah dilakukan oleh negara lain, mengenai keputusan yang seharusnya mereka ambil, dan karenanya kita telah mengeluarkan arahan kita”.

Karan lalu menambahkan bidang perdagangan secara umum tidak akan terpengaruh.

“Saya rasa bidang perdagangan tidak akan terpengaruh karena barang-barang akan tetap diekspor dan diimpor, kecuali, mungkin ada sanksi atas daging dan produk-produk lain, tetapi selain itu saya rasa saran yang kita terima dari WHO, keputusan yang diambil oleh Fiji itu telah dipertimbangkan dengan matang.”

Sebelumnya Dubes Tiongkok juga telah mengecam Pemerintah Samoa karena menolak enam warganya.

Sementara itu, The Guardian melaporkan ada 193 penumpang yang naik penerbangan evakuasi maskapai Air New Zealand dari Wuhan dan telah tiba di Auckland pada Rabu (5/2/2020).

Menurut Radio New Zealand, di antara penumpang dalam penerbangan itu, 30 adalah warga negara Pasifik, termasuk Papua Nugini, Samoa, Kiribati, Tonga, Fiji, dan Federasi Mikronesia. Warga negara Pasifik itu terdiri dari 17 orang PNG, lima orang Samoa, empat orang Tonga, dua orang Fiji, satu dari Kiribati, dan satu dari Federasi Mikronesia.

Setelah sampai, warga Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik akan dikarantina selama dua minggu di pangkalan militer Whangaparaoa, di sebelah utara Auckland. (FBC News)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top