Follow our news chanel

Previous
Next

Dugaan korupsi, hakim MA Meksiko mundur

papua, kerusuhan wamena
Ilustrasi vonis hukum dalam persidangan pixabay.com
Dugaan korupsi,  hakim MA Meksiko mundur 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mexico City, Jubi -Kantor presiden Meksiko menyatakan seorang hakim Mahkamah Agung telah mundur setelah hakim tersebut menghadapi pertanyaan mengenai kemungkinan pemeriksaan oleh unit intelijen keuangan Meksiko. Tercatat hakim Eduardo Medina Mora 62 tahun  diangkat sebelum Presiden Enrique Pena Nieto menjabat pada 2015, dan, menurut media setempat, dijadwalkan bertugas sampai 2030.

Di bawah pemerintah terakhir, hakim tersebut juga menjadi duta besar untuk Amerika Serikat, dan di bawah Presiden Felipe Calderon, menjadi jaksa agung.

Baca juga : Mengapa diperlukan lebih banyak hakim perempuan di pengadilan Pasifik

O’Neill ingin hakim asing kepalai Komisi Penyelidikan

Hakim terduga pelaku pelecehan seksual El Savador diberhentikan

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menerima permohonan Medina Mora untuk meletakkan jabatan dan akan mengirimnya ke Senat untuk disetujui. Tapi kantor Lopez Obrador tidak memberi perincian lebih lanjut.

Loading...
;

Lopez Obrador mengatakan kepada wartawan pada Juni bahwa unit intelijen keuangannya, yang menyelidiki pencucian uang dan kejahatan lain keuangan, telah menerima keterangan mengenai Medina Mora dari Pemerintah AS. Namun ia tak bersedia menjelaskan apakah penyelidikan berlangsung.

Setelah komenter Lopez Obrador pada Juni, kepala dinas intelijen keuangan mengatakan kantornya telah diminta oleh Senat untuk menganalisis transfer keuangan berkaitan dengan seorang hakim, tanpa menyebutkan nama.

Lopez Obrador, seorang veteran sayap-kiri yang menggusur Partai Revolusioner Institusional (PRI), yang berkuasa pimpinan Pena Nieto ketika ia memangku jabatan pada Desember, telah berikrar akan menghapuskan korupsi yang merongrong Meksiko.

“Kepergian Medina Mora, yang meninggalkan 10 hakim lagi di pengadilan, tidak biasa,” kata Ricardo Monreal, Ketua Senat di Gerakan Regenerasi Nasional (MORENA), dari kubu sayap-kiri yang dipimpin presiden tersebut.

Ia menyatakan benar-benar meratapi keputusan itu, tapi ia telah mempunyai kisahnya sendiri dan kebenaran untuk disampaikan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top