Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dugaan pemerkosaan jangan menghambat penuntasan kasus penembakan Deiyai

Kepala Kantor Komisi Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua, Frits Ramandey – Jubi. Dok
Dugaan pemerkosaan jangan menghambat penuntasan kasus penembakan Deiyai 1 i Papua
Kepala Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua, Fritz Ramandey – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Kepala Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua, Fritz Ramandey menyatakan kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi dalam rangkaian amuk massa di Kabupaten Deiyai, Papua, pada 21 Mei 2019 lalu tidak boleh menghambat penuntasan kasus penembakan yang menewaskan Yulianus Mote. Hal itu disampaikan Ramandey ketika dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa (28/5/2019).

Ramandey mengatakan hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Perwakilan Papua menunjukkan dugaan pemerkosaan terhadap tiga orang wanita oleh sekelompok orang ketika peristiwa pembakaran serta kasus penembakan yang menewaskan Yulianus Mote dan melukai Melianus Dogopia terjadi dalam satu rangkaian peristiwa pada 21 Mei 2019 lalu. Akan tetapi, Ramandey menegaskan dugaan pemerkosaan dan penembakan terhadap kedua warga Deiyai itu merupakan dua kasus hukum yang berbeda.

Dugaan pemerkosaan jangan menghambat penuntasan kasus penembakan Deiyai 2 i Papua

“Proses hukum kedua kasus ini harus berjalan. Tidak belah kasus yang lain menghambat penuntasan kasus lainnya,” kata Fritz Ramandey.

Hasil investigasi Komnas HAM Perwakilan Papua menemukan tiga orang korban dugaan pemerkosaan, yakni dua ibu rumah tangga dan seorang anak berusia 10 tahun. “Dari keterangan korban, terduga pelaku berjumlah belasan orang. Korban mengenali wajah beberapa terduga pelaku,” ujar Ramandey.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, hingga kini tim Polda Papua masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan dan pembakaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tigi.

Sementara untuk kasus dugaan pemerkosaan, polisi telah meminta keterangan korban, setelah dilakukan visum di Rumah Sakit Paniai. Dari hasil penyelidikan polisi menurutnya, ada beberapa orang yang berpotensi ditetapkan sebagai tersangka, karena ketika kejadian korban mengenali beberapa terduga pelaku.

Loading...
;

“Yang diperiksa dalam kasus ini baru saksi korban. Semoga rangkaian peristiwa ini segera tuntas. Mulai pemalangan, pembakaran Polsek Tigi, hingga pembakaran tempat usaha yang juga dijadikan tempat tinggal,” kata Kamal.

Secara terpisah Pastor Santon Tekege Pr yang berada di Waghete pada 21 Mei 2019 lalu menyatakan belum mendengar kesaksian warga atas kasus dugaan pemerkosaan itu. Pastor Tekege menyatakan informasi terkait dugaan pemerkosaan itu didapatkannya dari keterangan polisi yang diberitakan media.

“Yang harus dijelaskan polisi, bagaimana pemerkosaan itu terjadi pada Selasa 21 Mei 2019 lalu. Sejak Selasa pukul 19.00 hingga Rabu dini hari pukul 02.00 WP, seluruh jalanan di Kota Waghete sudah dikuasai oleh aparat keamanan, baik polisi maupun tentara. Semua orang asli Papua mengungsi meninggalkan Waghete, karena takut. Ada warga yang lari ke Danau Tigi, ada pula yang lari ke daerah lainnya,” kata Pastor Tekege saat dihubungi pada Selasa (28/5/2019).

Pastor Tekege mengatakan, amuk massa yang terjadi karena Melianus Dogopia ditembak, dan penembakan itu dipersepsikan massa sebagai peperangan. Menurutnya, dalam budaya dan sistem nilai orang Mee, dalam perang orang Mee pantang berhubungan suami-istri dengan istrinya sendiri, dan pantang mengambil barang milik orang lain, apalagi melakukan kekerasan atau pemerkosaan terhadap perempuan dan anak.

“Kalau benar pemerkosaan itu terjadi, itu di luar sistem nilai orang Mee, dan itu terjadi untuk pertama kalinya. Saya sulit memahami bahwa pemerkosaan itu dilakukan oleh orang Mee, karena itu sesuatu yang pantang dilakukan dalam perang,” kata Pastor Tekege.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top