Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kapores diminta lindungi pelapor pejabat Boven Digoel

Ilsutrasi penganiayaan. -Shutterstock
Kapores diminta lindungi pelapor pejabat Boven Digoel 1 i Papua
Pengacara korban dugaan penganiayaan, Betsy R. Imkotta sedang menunjuk surat yang dikirim ke Kapolres Boven Digoel – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Merauke, Jubi – Kuasa hukum pengacara korban RR (36) tahun, Betsy R. Imkotta, SH  menyurati Kapolres Boven Digoel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP),  Syamsurijal , terkait permohonan perlindungan dan keamanan terhadap korban yang diduga telah dianiaya salah seorang oknum pejabat Boven Digoel berinisial CA.

Permohonan tersebut dikirim, karena kliennya merasa tidak nyaman atas kejadian yang menimpa dirinya. Sekaligus menghindari kliennya tidak mendapatkan tindakan intimidasi dari pihak manapun.

Kapores diminta lindungi pelapor pejabat Boven Digoel 2 i Papua

Demikian disampaikan Betsy saat jumpa pers bersama sejumlah wartawan di rumahnya Kamis (30/4/2020). “Surat dengan kop tulisan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Kasih GPI Papua di Merauke dengan nomor  49/LBH-PK/MRK/IV-20, perihal  mohon perlindungan dan keamanan telah kami kirim,” ungkapnya.

Baca juga : Putra kepala daerah ini dijebloskan ke penjara karena kasus penganiayaan

Polisi selidiki penganiayaan jurnalis di Kabupaten Pelalawan

Saksi JPU dalam kasus penganiayaan di Biak nyatakan tak berada di TKP

Loading...
;

Dikatakan, telah ada surat kuasa khusus  juga dari korban kepada dirinya tanggal 22 April 2020.  Korban, katanya, adalah salah seorang pemandu lagu di tempat karaoke (café) Orange Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

Sesuai laporan di Polsek Mandobo, menurutnya, ada  dugaan penganiayaan  oleh oknum pejabat Boven Digoel, CA  dengan menempeleng korban  beberapa kali di wajahnya hingga terjatuh. Kejadian terjadi  Selasa 14 April 2020 sekitar pukul 23.40 WP di Café Orange.

“Melalui surat ini, kami memohon kepada Bapak Kapolres Boven Digoel agar dapat menjamin perlindungan keamanan serta kenyamanan klien kami sebagai warga negara Indonesia yang sedang bekerja sebagai pekerja di Café Orange Tanah Merah,” pintanya.

Surat permohonan perlindungan itu, selain dikirim ke Kapolres, juga kepada Gubernur Papua serta Kapolda Papua dan beberapa pejabat lain di lingkungan Polda setempat.

Kapolres Boven Digoel, AKBP Syamsurijal yang dihubungi melalui telepon selulernya  mengaku belum mendapatkan surat perlindungan terhadap korban melalui pengacaranya.

Dikatakan,  proses penyelidikan terhadap kasus dugaan penganiayaan sedang berjalan . “Kalau buktinya cukup, akan dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan,” ungkapnya.

“Tak mungkin saya ungkap  seluruhnya, Kan ada informasi yang dikecualikan  untuk disampaikan ke publik seperti materi penyelidikan maupun penyidikan,” katanya.

Ditanya lagi apakah dugaan penganiayaan dilakukan oleh oknum pejabat berinisial CA, Kapolres hanya mengatakan, “kan anda sudah tahu. Lalu setiap orang yang melapor di polres, akan diberikan surat tanda penerimaan laporan.” (*)

Editor : Edi Faisol

 

Judul berita telah mengalami perubahan, sebelumnya berjudul: Dugaan penganiayaan oleh pejabat Boven Digoel dilaporkan ke Kapolres

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top