Dugaan penimbunan obat Covid-19, Polisi di Jakarta periksa sejumlah saksi

Papua
Ilustrasi biaya pengobatan - Pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Penyidik dari Unit Kriminal Khusus Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat memeriksa enam saksi dalam kasus dugaan penimbunan obat-obatan di salah satu ruko kawasan Kalideres.  Sejumlah saksi itu merupakan karyawan penjualan obat.

“Sejauh ini kami (penyidik) masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif kepada para saksi,” kata Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Jakbar Komisaris Polisi Joko Dwi Harsono, Rabu, (14/7/2021) kemarin.

Baca juga : Ini penjelasan BPOM tentang bahaya Ivermectin jadi obat Covid-19

Sejumlah rumah sakit di Yogyakarta kembangkan obat Covid-19 dari minyak kelapa

Pasien Covid-19 di Yogyakarta dijamin dapat obat gratis

Selain memeriksa karyawan kantor, polisi juga menindaklanjuti hasil temuan dugaan penimbunan obat ke pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan.

Loading...
;

Kepala Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Polisi Fahmi Fiandri mengatakan, salah satu saksi yang baru diperiksa penyidik adalah karyawan kantor PT ASA. “Sudah lima kemarin, sekarang tambah satu yakni salah satu karyawan kantor,” kata Fahmi.

Menurut Fahmi, obat-obatan yang ditemukan di dalam ruko tersebut merupakan obat terkait penyakit Covid-19.

“Hari ini anggota sedang ke BPOM dan Kemenkes untuk jemput bola, tadi kita sudah koordinasi awal dengan salah satu saksi ahli pidana juga,” kata Fahmi menjelaskan.

Tercatat Unit Kriminal Khusus dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek gudang obat-obatan terkait Covid-19 di Ruko Peta Barat Indah III Blok C Nomor 8, Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat, Senin awal pekan lalu.

Ruko berlantai tiga itu dipenuhi ratusan bahkan ribuan dus berisi obat-obatan terkait Covid-19. Ruko tersebut sudah disegel oleh pihak polisi, garis polisi pun sudah dipasang di depan “rolling door” atau pintu masuk ruko.

Polisi juga telah meminta keterangan YP 58 tahun sebagai direktur, MA 32 sebagai sebagai apoteker dan E 47 tahun sebagai kepala gudang.

Mereka terancam pasal 107 Jo pasal 29 ayat (1) UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau pasal 62 ayat (1) Jo pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 14 Jo pasal 5 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top