HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Duta besar Jepang kunjungi Paray dan Goa Binsari di Biak Numfor

Ilustrasi, benda-benda sisa peninggalan Perang Dunia II yang disimpan di sebuah ‘museum’ di Biak – Jubi/merahputih.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Ishii Masafumi mengunjungi monumen perang II di Paray dan Goa Jepang  atau Goa Binsari, di Kabupaten Biak Numfor. Kedua lokasi itu dikunjungi Ishii Masafumi sebagai situs saat Perang Dunia II yang terdapat ribuan tentara Negeri Sakura gugur saat melawan tentara sekutu AS.

“Ini adalah kunjungan pertama saya ke Papua, dan kunjungan Dubes Jepang terakhir kalinya 10 tahun lalu ke Papua. Kunjungan ini tidak sekedar jalan-jalan, namun merupakan bagian dari upaya kerja sama dan hubungan emosional,” kata Ishii Masafumi, Kamis, (20/2/2020).

Baca jugaJabatan Wakil Bupati kosong, Pemprov Surati Pemkab Biak Numfor

Satgas Saber Pungli baru terbentuk di Biak Numfor

Biak Numfor bakal jadi lokasi uji coba pendataan OAP

Pemkab Biak Numfor masih berutang Rp234,8 miliar

Loading...
;

Tercatat Ishii didampingi Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, juga mengunjungi proyek sektor perikanan dan kelautan di wilayah SKPT Biak mulai dibangun diawal bulan Maret 2020 dengan alokasikan dana mencapai sebesar Rp 27 miliar.

Ishii menyatakan Jepang terus meningkatkan hubungan kerja sama diberbagai bidang, termasuk dalam mendorong percepatan pembangunan diberbagai sektor, salah satunya di sektor perikanan.

“Pemerintah Jepang mendukung upaya pembangunan Pasar Ikan Fandoy dan Bosnik sebagai pasar ikan bersih, harapan kita bersama kedepan pasar ikan ini terus dikembangkan dan mendistribusikan ikan dalam jumlah besar,” ujar Ushii menjelaskan.

Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap,”menyatakan Pemkab Biak Numfor menyambut baik kedatangan Dubes Jepang dan mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dari Pemerintah Jepang.

“Khususnya dalam memberikan dukungan pengembangan sektor perikanan dan harapan besar kami kerja sama dan dukungan ini terus dilakukan berkesinambungan,” kata Herry Naap.

Baca juga  Score 88 gelar pertandingan biliar rayakan HUT ke-2

Ia menjamin pemerintah daerah juga memberikan perhatian serius terhadap pemeliharaan situs-situs bersejarah peninggalan perang dunia II. “Situs atau tempat bersejarah itu tidak bisa dipisahkan dari Jepang, saat itu ada ribuan tentaranya gugur dalam perang dunia II di wilayah Pasifik dan khususnya lagi di Biak Numfor,” kata Naap menjelaskan.

Ia berharap pemerintah Jepang secara berkesinambungan ikut mendukung upaya pemerintah daerah yang saat ini terus mengembangkan sektor pariwisata, termasuk memelihara situs peninggalan perang dunia II.

“Kalau memungkinkan ada kebijakan dari Pemerintah Jepang membuka penerbangan Biak Jepang sehingga masyarakat Jepang lebih mudah dan cepat ke Biak,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa