Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ekonomi harus berjalan di tengah pandemi Covid 19

papua, ekonomi
Pusat perbelanjaan di Sentani yang terlihat masih sepi pengunjung - Jubi/Engel Wally

Papua No.1 News Portal

Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong para pelaku usaha dan juga masyarakat agar tetap melakukan kegiatan ekonomi di tengah pandemi Covid 19 .

 

Aktivitas ekonomi diharapkan terus berjalan hingga ke perkampungan, untuk meningkatkan pendapatan masing – masing keluarga.

“Sosialisasi kepada masyarakat sudah disampaikan beberapa waktu lalu. Kita kembali ke kebun untuk program ketahanan pangan, meningkatkan kegiatan ekonomi,” ujar Assiten II Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Edi Susanto di Sentani. Kamis ( 18/6/2020).

Ekonomi harus berjalan di tengah pandemi Covid 19 1 i Papua

Tak hanya sebatas sosialisasi saja, pemerintah daerah melalui instansi terkait telah memberikan dukungan fasilitas pendukung seperti alat-alat pertanian, bibit tanaman. Untuk petani dan juga dukungan fasilitas pendukung lainnya bagi nelayan di daerah pesisir pantai.

” Dukungan alokasi dana kampung dan dana desa masing-masing 100 juta, dapat dimaksimalkan dengan baik untuk kebutuhan masyarakat dalam peningkatan ekonomi tetapi juga ketahanan pangan,” katanya.

Kendati demikian, Edi juga mengakui adanya kepincangan ekonomi yang dialami oleh pelaku usaha secara umum di daerah itu.

Terutama untuk pemilik kios, toko, mall, restoran, cafe, hingga perhotelan. Dampak Covid 19 membuat masyarakat tidak banyak beraktivitas di luar rumah, apalagi bepergian untuk belanja .

Loading...
;

” Banyak hotel yang karyawannya dirumahkan, termasuk perusahaan swasta lainnya. Tentunya hal ini berdampak kepada pemasukan mereka setiap hari,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha di Sentani, Febris, mengaku kewalahan mengatur usaha swalayan mini yang telah dijalankan belasan tahun.

Febris juga mengatakan, pandemi Covid-19 cukup berdampak kepada pendapatan usahanya. Sebelum pandemi, pendapatannya mencapai 80-95 juta rupiah perhari. Tapi kini ini menurun hingga 35-40 juta per hari.

” Karyawan sebanyak 40 orang, dibagi bergilir per hari. Otomatis berdampak kepada jam kerja dan pendapatan per bulan, karena waktu bekerja hanya sampai pukul 17.00,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top