Follow our news chanel

Ekstradisi istri diplomat Inggris ditolak AS

Ilustrasi, pixabay.com
Ekstradisi istri diplomat Inggris ditolak AS 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Kejaksaan Inggris sebelumnya meminta Anne Sacoolas, diekstradisi ke Inggris terkait kecelakaan pada Agustus tahun lalu.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Kamis (23/1/2020)  telah menolak permintaan Inggris untuk mengekstradisi Anne Sacoolas, seorang istri diplomat yang terlibat dalam kecelakaan mobil hingga menewaskan seorang remaja Inggris.

Kejaksaan Inggris sebelumnya meminta Anne Sacoolas, diekstradisi ke Inggris terkait kecelakaan pada Agustus tahun lalu. Dalam kecelakaan itu, warga Inggris berusia 19 tahun bernama Harry Dunn, tewas ketika ia sedang mengendarai sepeda motor.

“Pada saat kecelakaan terjadi, dan dalam jangka waktu ia tinggal di Inggris, sang pengemudi warga negara AS dalam hal ini punya kekebalan dari wewenang pengadilan pidana,” kata perwakilan Departemen Kesehatan dalam pernyataan.

Berita terkait : Ini alasan Inggris tinjau ulang aturan kekebalan diplomatik

Keluarga Dunn mengatakan bahwa Sacoolas mengemudikan mobilnya di jalur jalan yang salah ketika kecelakaan. Kecelakaan itu terjadi di dekat sebuah pangkalan angkatan udara di Inggris tengah, yang digunakan oleh militer AS.

Loading...
;

Sacoolas diberi kekebalan diplomatik dan segera meninggalkan Inggris setelah kecelakaan tersebut.

Pengacaranya mengatakan bahwa sang istri diplomat akan kembali secara suka rela ke Inggris untuk kemungkinan menghadapi hukuman penjara atas “kecelakaan mengerikan tapi tidak disengaja.”

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Sacoolas melakukan kesalahan dengan menggunakan kekebalan diplomatik untuk meninggalkan Inggris.

PM Johnson mendesak Presiden AS Donald Trump untuk mempertimbangkan sikap AS tersebut.

Orang tua Dunn telah bertemu dengan Trump di Gedung Putih pada Oktober. Trump berharap dapat membujuk mereka untuk bertemu Sacoolas, yang pada saat itu berada di gedung yang sama, namun mereka menolaknya. (*)
Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top