Follow our news chanel

Elimas Yansenem: Pernyataan Kepala BP3D Mambra tidak benar

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Elimas Luther Yansenem, yang disebut diganti sepihak oleh Kepala Badan Perencanaan, Penilitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Mamberamo Raya, Yulius Yoseph Watori, akhirnya angkat bicara. Ia menyatakan tidak benar, jika yang bersangkutan selama ini berupaya berkomunikasi dengannya. 

"Itu tidak benar. Hanya membela diri. Ini merupakan pembohongan publik. Tindakan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik," kata Elimas Yansenem via teleponnya, Minggu (10/6/2018) malam. 

Menurutnya, selama ini kepala BP3D Mambra tidak pernah berkomunikasi dengannya. Bahkan yang bersangkutan seakan tak punya itikad baik untuk hal itu.

Kata dia, buktinya hingga kini kepala BP3D Mambra masih menahan SK sekretaris BP3D setempat atas namanya. Akibatnya, Yansenem tak dapat melaksanakan tugas.

"Bukan hanya saya, perlakuan sama juga dialami pejabat eselon III pejabat eselon IV lainnya. Kami yang dilantik resmi oleh bupati tidak difungsikan. Kepala BP3D mengabaikan kami dengan alasan akan ada revisi atau perubahan SK," ucapnya.

Padahal lanjutnya, Bupati Mambra, Dorinus Dasinapa telah memerintahkan semua kepala OPD menyerahkan SK kepada pejabat eselon III dan IV di lingkungan kerja masing-masing, karena tak ada revisi SK. Namun yang bersangkutan tidak mengindahkan perintah bupati. Justru seenaknya membawa pejabat dari luar untuk membantunya. 

Loading...
;

"Bahkan sebagian besar tenaga honorer yang selama ini bekerja bertahun-tahun di BP3D diberhentikan. Dia bawa tenaga honorer dari luar," ujarnya. 

Rabu (6/6/2017), perwakilan pemuda dan mahasiswa Mambra melaporkan Yulius Yoseph Watori ke Kejaksaan Tinggi Papua dengan dugaan menyalahgunakan kewenangan.

Namun sehari setelahnya, Watori mengklarifikasi hal tersebut dengan menyatakan tuduhan itu tak benar.

Ia mengatakan, tak pernah mengabaikan surat keputusan (SK) bupati setempat terkait penunjukan pejabat di instansi yang dipimpinnya. 

Katanya, ia tidak pernah menunjuk (melantik) orang yang tidak sesuai SK bupati. Hanya meminta pegawai lain mengerjakan tugas oknum yang dilantik sebagai pejabat, 12 Juli 2017.

Langkah ini diambil lantaran yang pejabat itu tak aktif sejak pelantikan, termasuk dua orang yang disebut diganti olehanya yakni sekretaris BPD3 Mambra, Elimas Luter Yansenem yang sebelumnya menjabat Plt kepala BP3D dan kepala sub perencanaan, keuangan aset BP3D, Susana Ribka Maniagasi. 

“Setelah pelantikan, saya berupaya berkomunikasi, termasuk dengan Elimas Luter Yensenem, tapi saya tidak pernah ketemu sampai hari ini,” kata Yulius Yoseph Watori via teleponnya, Kamis (7/6/2018).

Dikatakan, mestinya setelah pelantikan yang bersangkutan kembali menjabat sekretaris BP3D. Namun hingga kini oknum itu tidak masuk kantor. Watori akhirnya menunjuk salah satu kepala bidang di instansinya melaksanakan tugas sekretaris BP3D.

Ia memastikan, jika kedua oknum tersebut kembali aktif, dapat melaksanakan apa yang menjadi tugas mereka. Namun selama tidak aktif, tugas dan tanggung jawabnya diambil alih kepala bidang dan staf. 

“Saya tidak semena-mena. Saya juga melaporkan ini ke sekda. Mereka (pejabat yang tak melakasanakan tugas) tidak dapat tunjangan karena tak melaksanakan tugas,” ujarnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top