Follow our news chanel

Emak-emak pelaku kampanye hitam divonis enam bulan penjara

Ilustrasi tahanan Papua
Ilustrasi tahanan, pixabay.com
Emak-emak pelaku kampanye hitam divonis enam bulan penjara 1 i Papua
Ilustrasi tahanan, pixabay.com

Terbukti  menyiarkan berita, melakukan menyuruh atau turut serta menyiarkan info yang mengakibatkan kegaduhan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Karawang, Jubi – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memvonis enam bulan penjara terhadap tiga emak-emak pelaku kampanye hitam saat Pemilihan Umum 2019.

“Menjatuhkan pidana kepada ketiga terdakwa dengan pidana penjara selama enam bulan,” kata Ketua Majelis Hakim, Elvina, saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa, (30/7/2019).

Ketiga terdakwa masing-masing bernama Citra Widaningsih, Engqay Sugiyanti, dan Ika Peranika, telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah menyiarkan berita melakukan menyuruh atau turut serta menyiarkan info yang mengakibatkan kegaduhan.

“Padahal kabar yang disiarkan bohong. Kabar para terdakwa tidak benar,” kata Elvina, menambahkan.

Berita terkait : Terekam berkampanye hitam, Bupati Merauke jadi tersangka

Loading...
;

Kapolda Papua: Timses hobinya kampanye hitam

MUI Biak Numfor: Hindari kampanye hitam di pilkada

Tercatat kampanye hitam dilakukan itu dengan menyebut salah satu calon presiden melarang adzan, melarang jilbab, serta melegalkan nikah sejenis dan melarang pengajian. Hakim memutuskan vonis enam bulan penjara, dengan hukuman mereka dipotong masa tahanan. Dengan begitu, ketiganya akan bebas pada 24 Agustus 2019.

Vonis majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang pada sidang sebelumnya menuntut ketiga terdakwa itu delapan bulan penjara.

Pada sidang sebelumnya, ketiga emak tersebut dituntut delapan bulan penjara dengan dakwaan pasal 28 ayat dua jo pasal 45 A ayat 2 UU Nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan/atau pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau pasal 15 UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Jaksa Penuntut Umum Wahyudhi mengaku pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada tiga emak-emak tersebut.

Sedangkan Eigen Justisi, pengacara tiga ibu-ibu itu menyambut baik putusan hakim. Dengan putusan itu, maka pada 24 Agustus 2019 ketiga perempuan itu akan bebas. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top