Follow our news chanel

Empat kasus Covid-19 baru, Kepulauan Solomon tidak akan terapkan karantina wilayah 

Perdana Menteri Manasseh Sogavare berkata transmisi lokal adalah satu-satunya faktor yang  memicu penerapan karantina wilayah. - Kantor Perdana Menteri dan Kabinet (OPMC)

Papua No.1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – Tidak akan ada karantina wilayah di Kepulauan Solomon meskipun ada empat kasus Covid-19 baru di negara itu yang diumumkan Selasa ini (27/10/2020). Konfirmasi itu menaikkan jumlah pasien dengan Covid-19 di Kepulauan Solomon menjadi delapan, semuanya di fasilitas karantina terkelola, empat orang yang saat ini merupakan kasus aktif.

Perdana Menteri Manasseh Sogavare mengumumkan hal ini dalam pidato khususnya Selasa sore.

Terlepas dari empat kasus baru, yakni sekelompok pemain sepak bola negara itu yang baru tiba dari Inggris, PM Sogavare meyakinkan warganya bahwa virus tersebut masih dapat dikendalikan di dalam fasilitas isolasi dan pusat-pusat karantina.

Sogavare mengatakan hingga saat ini tidak ada pelanggaran yang membahayakan publik.

“Kita akan menunggu hasil tes yang masih dilakukan hari ini, dan tes putaran kedua di akhir minggu ini, sebelum membuat keputusan tentang tindakan lebih lanjut yang mungkin perlu dilakukan ke depannya,” katanya.

Ia meyakinkan orang-orang Kepulauan Solomon bahwa mereka tidak perlu khawatir tentang transmisi lokal.

Loading...
;

“Transmisi lokal adalah satu-satunya faktor yang  memicu penerapan karantina wilayah dan itu akan diterapkan dengan satu tujuan, untuk memungkinkan tenaga ahli garis depan kita untuk melakukan pelacakan kontak di  masyarakat,” tegasnya.

Perdana Menteri itu mengatakan dia telah diyakinkan bahwa para pekerja garis depan mereka berjanji untuk tidak membiarkan hal itu terjadi.

Namun, ia juga mengingatkan semua orang yang tinggal di kota Honiara bahwa pasar-pasar  ilegal yang berada di dekat semua pusat karantina dan isolasi harus segera ditutup.  Dia mendesak Dewan Kota Honiara, Pemerintah Provinsi Guadalcanal,dan polisi Kepulauan Solomon (RSIPF) untuk bekerja sama dan segera menutup pasar-pasar tersebut.

Sementara itu, Sogavare juga mengumumkan bahwa pemerintah telah mengerahkan Layanan Pemasyarakatan untuk membantu menjaga keamanan di rumah sakit lapangan dan di fasilitas karantina lainnya.

Menurut Solomon Star News, PM Sogavare juga mengungkapkan kekecewaannya atas beberapa warga yang sudah dipulangkan pemerintah karena bersikap ceroboh dan berbohong.

“Kita menemukan bahwa beberapa warga negara yang dipulangkan tidak jujur saat mengisi formulir penilaian risiko mereka. Akibatnya, mereka mempertaruhkan keselamatan negara ini karena keputusan mereka untuk memberikan informasi yang tidak akurat hanya agar mereka bisa diizinkan naik ke pesawat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap warga Kepulauan Solomon yang kembali ke negara itu berkewajiban untuk melindungi negara ini.

“Itu berarti menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam formulir penilaian risiko dengan jujur.”

Ia memperingatkan bahwa mereka yang berbohong dengan sengaja akan menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka.

Majalah Solomon Business Magazine melaporkan bahwa asosiasi perawat nasional Kepulauan Solomon dan 500 anggotanya yang bekerja di Honiara, yang merupakan zona darurat Covid-19, akan melakukan mogok pada Jumat jika tuntutan mereka, agar pemerintah membayar upah mereka minggu ini, tidak dipenuhi. (Solomon Times)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top