Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Empat Keret lepas 10 Ha lahan , DAP Keerom minta OAP diprioritaskan jadi anggota TNI

Ilustrasi Tiga taruna Akmil asal Papua menerima penghargaan dari Gubernur Akmil, Mayjen TNI Dudung Abdurachman – Jubi/ANTARA
Empat Keret lepas 10 Ha lahan , DAP Keerom minta  OAP diprioritaskan jadi anggota TNI 1 i Papua
Ilustrasi Tiga taruna Akmil asal Papua menerima penghargaan dari Gubernur Akmil, Mayjen TNI Dudung Abdurachman – Jubi/ANTARA

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Dewan Adat Keerom, Servo Tuamis mengatakan pihaknya menghadiri penyerahan tanah 10 hektar dari empat kepala suku kepada TNI Makorem 172/PWY

“Dewan adat tidak menyerahkan tanah, yang menyerahkan itu kepala suku,”ungkapnya Tuamis Kepada jurnalis Jubi, Jumat (17/01/2020) di Jayapura, Papua.

Empat Keret lepas 10 Ha lahan , DAP Keerom minta  OAP diprioritaskan jadi anggota TNI 2 i Papua

Kata dia, ada empat kepala marga yang melakukan proses pelepasan tanah. Ada kepala Keret Tafior, Kiryar, Kyawoy dan Girbes. Demitrianus Kyawot. Ketua Keret Kyawot, Bernadus Giryar (Ketua Keret Griyar) dan Vincent Girbes (Ketua Keret Girbes).

“Mereka ini yang menyerahkan, dewan adat tidak menyerahkan, dewan adat hanya hadir menyaksikan,”ujarnya.

Penyerahan tanah itu atas permintaan pihak TNI untuk pembangunan Korem. Proses penyerahan tanah sudah berlangsung selama satu tahun lalu hanya surat pelepasan baru diserahkan.

“Mereka sudah buat sertifikat. Tetapi pelepasan ditahan adat, kemarin baru terjadi penandatanganan pelepasan,”ujar Tuamis.

Loading...
;

Kata dia, penyerahan pelepasan adat itu tidak bersama dengan pembayaran ganti rugi. Ganti rugi akan dilakukan kemudian.

“Mereka tunggu kompensasi. Mereka tunggu bupati dan Korem yang menyelesaikan,”ungkapnya.

Kata dia, sesuai kesepakatan, satu meter tanah dihargai 25 ribu. “Per meter 25 ribu, 1 hektare 250 juta, kali 10 hektare sekitar 2 miliar,”ungkap Servo kepada jurnalis.

Kata dia, pihaknya menilai kompensasi yang disepakati itu sangat murah. Karena itu, pihaknya meminta kepada insitusi TNI dalam bentuk lain.

“Saya mengatakan anak asli Papua, lahir besar di Keeom, kami minta diterima sebagai TNI,”ujar dia.

Pihaknya meminta TNI menerima prajurit dan perwira berdasarkan rekomendasi dewan adat Keerom.

“Anak-anak kita Keerom harus diterima. Dewan adat kasih rekomendasi untuk masuk prajurit dan perwira,”ungkapnya.

Kata dia, permintaan itu direspon dengan baik pihak TNI, dengan syarat mereka yang diajukan berbadan sehat jasmani dan rohani.

“Permintaan anak sehat, tidak boleh miras, ganja, anak sehat kami siap,”ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Keerom M Markum berharap pembangunan Makorem 172/PWY berdampak positif bagi masyarakat.

Acara itu diakhiri dengan penyerahan bingkisan sembako sebanyak 250 kantong dan peralatan alat tulis sebanyak 150 paket bagi para warga. Penyerahan itu dilakukan secara simbolis kepada perwakilan tokoh masyarakat adat kampung Yammua dan pelajar setempat. (*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top